Satujuang, Pontianak- Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, memberikan kritik tajam terhadap kondisi RSUD M Yunus Bengkulu, saat ini sedang “sakit” dan sangat bergantung pada suntikan dana APBD.
Usin Sembiring menyampaikan kritik ini usai kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan dan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, untuk mempelajari pengelolaan RSUD Dr Soedarso Pontianak, pada Jumat (23/1).
Ia menilai RSUD Dr Soedarso berhasil menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mandiri, melampaui target keuntungan tahunan, serta mampu membangun fasilitas tanpa bergantung APBD.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan RSUD M Yunus Bengkulu yang dinilai Usin sedang “sakit” karena ketergantungan tinggi pada APBD.
Ketergantungan RSUD M Yunus mencakup pembangunan fasilitas, pembayaran jasa layanan medis, hingga pelunasan utang kepada pihak ketiga.
“Sebuah ironi di mana rumah sakit yang bertugas menyehatkan, malah rumah sakitnya sendiri yang ‘sakit’,” jelas Usin, Sabtu (24/1/26).
Politisi Partai Hanura itu mendesak Pemerintah Provinsi Bengkulu, Dinas Kesehatan, dan DPRD bersinergi melakukan langkah serius membenahi manajemen RSUD M Yunus.
Ia menekankan perlunya mencari pelaksana yang berani keluar dari zona nyaman demi transformasi layanan kesehatan.
“Jika dengan mereformasi struktur maupun sistem tetap tidak bisa, maka lakukan saja revolusi sistem dan struktur. Termasuk orang-orang di dalamnya, agar RSUD M Yunus bisa sehat dan sejajar, bahkan melampaui kesuksesan RSUD Dr Soedarso di Kalbar,” pungkas Usin. (Red)
