Usin: Indonesia Emas Bisa Jadi Indonesia Cemas

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu— Mengakhiri masa reses persidangan kedua, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, memilih jalur sunyi: berdialog dengan dua organisasi akar rumput yang selama ini bekerja senyap di medan paling rawan, sekolah dan kampus, melawan narkoba.

Dua organisasi tersebut adalah Sekolah Anti Narkoba Siswa (SANS) dan Pergerakan Umat Pelajar Anti Narkoba (PUPAN) Provinsi Bengkulu.

Keduanya digerakkan oleh pelajar dan mahasiswa yang resah melihat penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.

“SANS dan PUPAN ini bukan organisasi tempelan. Mereka punya kerja nyata, punya jaringan, dan yang paling penting: mereka tahu persis medan pertempuran di kalangan remaja,” kata Usin, Sabtu (5/7/25).

Dalam dialog itu, Usin menyebut kehadiran mereka sebagai cermin bahwa pencegahan narkoba tak bisa hanya mengandalkan aparat dan penegakan hukum.

Menurutnya, dukungan terhadap organisasi pelajar seperti ini harus menjadi bagian dari implementasi nyata Perda P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) di Provinsi Bengkulu.

“Pemerintah jangan cuma bangga pada angka penangkapan. Pencegahan itu jauh lebih penting dan harus dimulai dari ruang-ruang edukasi. Beri ruang, beri anggaran, beri kepercayaan,” tegas Usin.

Ia mengingatkan, tanpa pemahaman yang kuat sejak dini, generasi muda akan menjadi sasaran empuk jaringan narkoba. Jika itu dibiarkan, mimpi besar Indonesia Emas 2045 hanya akan jadi ilusi.

“Kalau kita abai, Indonesia Emas bisa berubah jadi Indonesia Cemas. Karena apa? Karena generasi penerusnya sudah dihancurkan narkoba dari bangku sekolah,” ujar politisi Hanura itu.

Usin juga mengajak semua pihak, terutama Pemprov Bengkulu, agar mulai serius menjadikan pencegahan narkoba sebagai prioritas pendidikan dan pembangunan pemuda, bukan hanya seremoni tahunan yang berhenti di baliho dan seminar. (Rls)