Kota Batu– Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Batu mengadakan rapat koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Utama Balaikota Among Tani.
“Rapat ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah Kota Batu dalam menurunkan angka stunting,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari, Senin (7/8/23).
Dijelaskan Kartika, pada Februari 2023, angka prevalensi stunting di Kota Batu mencapai 13,20%, namun telah mengalami perkembangan positif dengan penurunan menjadi 13,59% pada bulan Agustus 2022.
Pada bulan Juni 2023 di beberapa desa/kelurahan di Kota Batu mengalami penurunan angka stunting sebesar 2,05% dari data Februari 2023.
“Kemajuan ini berkat intervensi berbagai program dari TPPS Kota Batu, termasuk pemberian tablet tambah darah remaja putri dan pelaksanaan program SMART CATIN,” imbuh Kartika.
Selain itu, pendampingan bagi ibu hamil dan implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) juga menjadi fokus dalam mengatasi stunting.
Kepala DP3AP2KB Kota Batu, Aditya Prasaja, menekankan pentingnya pencegahan peningkatan angka stunting, khususnya melalui asupan nutrisi pada bayi usia 1-8 bulan.
“Kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Batu, menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan stunting,” ujar Aditya menambahkan.
Diterangkan Aditya, semua pihak terlibat aktif dalam langkah-langkah preventif dan intervensi guna mencapai target yang lebih baik dalam menurunkan angka stunting di Kota Batu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga berkomitmen untuk meningkatkan dan mengimplementasikan program-program efektif guna mengatasi masalah stunting dan memberikan masa depan yang lebih baik.(NT/dws)
