Pemko BATAM BP BATAM
Hukrim  

Terindikasi Korupsi, Mantan Pj Kades Keroya Benteng Ditahan Polisi

Press conference penahanan kades Keroya [tribratanewsbengkulu]

Satujuang.com, Benteng  Tim Penyidik Sat Reskrim Polres Bengkulu Tengah (Benteng) Polda Bengkulu resmi melakukan penahanan terhadap mantan penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades), Keroya Kecamatan Pagar Jati.

Yaitu, berinsial TR (45), yang saat ini masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Yaitu, sebagai staf di Kantor Camat Pagar Jati. Kapolres Benteng, AKBP Ary Baroto SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iman Falucky STK SIK menjelaskan, penahanan terhadap Pj Kades dilakukan karena yang bersangkutan diindikasi melakukan penyimpangan anggaran dana desa (DD) tahun anggaran 2019 dengan pagu anggaran senilai Rp 1,17 miliar.

Memperkuat dugaan, tim penyidik sudah memanggil 11 orang saksi untuk dimintai keterangan. Selain itu, dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang dikeluarkan Inspektorat Daerah (Ipda) Kabupaten Benteng, ditemukan ada indikasi kerugian negara (KN) senilai Rp 285 juta.

Baca Juga :  Pemkot Ingin Alun-Alun Berendo Kota Bengkulu Jadi Pojok Baca Digital

“Tersangka sudah dilakukan penahanan sejak 27 November 2020. Hasil penyelidikan, uang kerugian negara digunakan untuk kepentingan pribadi dan operasional saat menjadi Pj Kades, ” kata Kapolres.

Atas apa yang dilakukan, mantan Pj Kades dikenakan pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 UUD RI nomor 31 1991 tentang pemberantasan korupsi.

Baca Juga :  Pastikan Pelaksanaan Instruksi Mendagri, Gubernur Rohidin Turun Langsung Sidak ke Desa

“Tersangka sudah ditahan sejak 27 November. Dalam kurun waktu 60 hari sejak proses penyelidikan, tersangka sudah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp 130 juta, ” jelas Kapolres. (Rls)