Sungai di Gowa Berbusa, Dinas LH Ungkap Penyebabnya

Tampak air sungai yang berbusa di Kampung Beru, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Gowa, Sulsel.

Gowa –  Fenomena air sungai berbusa hebohkan sejumlah warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Peristiwa itu terjadi Kampung Beru, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa menyebutkan bahwa fenomena aliran sungai berbusa itu bukan pencemaran lingkungan.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kabupaten Gowa, Andi Hernawati mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas apapun di hulu aliran sungai selatan.

Baca Juga :  Suku Makassar Dihujat

“Di hulu juga tidak ada aktivitas apapun, yang ada hanya kebun jagung jadi tidak ada aktivitas,” kata Andi Hernawati saat di Konfirmasi awak media, Kamis (9/2/22).

Andi menyebutkan bahwa penyebab dari adanya busa di aliran sungai ini karena aktivitas penebangan pohon rambutan yang dilakukan oleh warga.

Menurutnya, serbuk hasil penebangan rambutan jatuh ke aliran sungai yang mengakibatkan busa.

“Serbuk dari pada hasil penebangan pohon rambutan ini jatuh ke air, karena di situ dia tebang dan belah untuk di jadikan bahan rumah. Serbuknya itu yang berbusa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mobil Truk VS Motor Vega, Pengendara Motor Meninggal

Bahkan pihaknya juga tadi langsung melakukan ujicoba terhadap serbuk hasil penebangan pohon rambutan dan hasilnya memang berbusa.

“Jadi tidak ada aktivitas yang kita temukan. Satu satu yang didapati itu hanya penebangan pohon rambutan besar. Karena di atas lokasi penebangan pohon rambutan airnya normal tidak ada busa,” ungkapnya.

Baca Juga :  2 Pria Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Selain itu dirinya bersama Kabid Pencemaran DHL Kabupaten Gowa, Budi Wahyudin Rachman juga melakukan pengecekan kadar air dan menurutnya hasilnya normal.

“Kita juga ukur PH air dan suhunya dibeberapa titik. PHnya 6 dan 7 dan itu normal. Karena PH normal itu dari 6 sampai 9. Suhunya juga normal sesuai dengan tinjauan lapangan,” ungkap Budi. (sattu)