Soal Pemuda Pancasila Pada Penyegelan di Pasar Pagar Dewa, Ini Penjelasan Pembina PP

Kota Bengkulu – Kehadiran Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP) yang ada dalam penyegelan yang terjadi pada beberapa kios di Pasar Pagar Dewa pada Rabu (26/7) kemarin menuai banyak komentar.

Beberapa narasi berita mencoba menyudutkan kehadiran mereka saat mengawal tindakan tegas yang diambil oleh pihak pengelola pasar tersebut.

Pembina II Ormas PP Singaran Pati, Marhan, yang juga sekaligus kepala pasar Pagar Dewa mengatakan bahwa, kehadiran anggota PP karena permintaan dari dirinya selaku pembina.

“Memang kita yang meminta anggota PP untuk membantu dalam segi pengamanan, antisipasi bila terjadi aksi anarkis,” sampainya kepada Satujuang.com, Rabu (27/7/22).

Terkait ada anggota yang turut membantu dalam proses penyegelan, ia mengatakan itu merupakan inisiatif mereka sendiri karena melihat kondisi anggota pengurus pasar yang kurang.

“Kita tidak pernah menginstruksikan anggota PP untuk ikut menyegel, tapi sudah saya konfirmasi kepada anggota tersebut, itu karena inisiatif mereka sendiri,” jelasnya.

Kata Marhan, para anggota PP itu beralasan membantu menyegel agar proses penyegelan terlaksana dengan cepat karena terkait waktu yang singkat.

Lebih lanjut Marhan kembali menegaskan, terjadinya penyegelan ini bukan tanpa alasan yang jelas.

“Kita lakukan penyegelan hanya pada 70 kios dari total 500an lebih lokasi berjualan, karena terkait persoalan Surat Keterangan Menempati (SKM) Kios dan los tersebut,” bebernya.

Semua kios yang disegel, kata Marhan, SKM nya tidak ada yang aktif lagi, dan sudah dihubungi berulang kali akan tetapi tidak pernah menggubris panggilan mereka selaku pihak pengelola pasar.

“Kita sudah kirimkan banyak surat panggilan, tetapi terkesan para pedagang mengacuhkan panggilan kami itu. Bagaimana bisa selesai masalah jika mereka sendiri tidak mau dipanggil baik-baik,” imbuhnya.

Informasi terhimpun, beredar kabar di tengah para pedagang ada beberapa oknum yang menjanjikan hal yang salah.

Tersebar kabar para pedagang dijanjikan bisa berjualan di pasar Pagar Dewa tanpa harus membayar uang sewa. Namun, hingga berita ini ditayangkan belum ada pedagang yang mau memberikan keterangan. (Red)