Satujuang, Bengkulu- Kejaksaan Tinggi Bengkulu kembali memeriksa warga negara asing (WNA) Australia, yakni Wilfred Schultz, dalam penyidikian Jilid II skandal korupsi tambang PT Ratu Samban Mining (RSM) yang merugikan negara Rp1,3 triliun.
Wilfred Schultz memenuhi panggilan penyidik didampingi penasihat hukumnya, Jumat (20/2/26).
Wilfred diperiksa sebagai konsultan teknis pertambangan PT RSM sejak tahun 2012, yang diduga berperan mengatur pembentukan sejumlah perusahaan afiliasi.
Pemeriksaan Wilfred ini merupakan rentetan pendalaman penyidik. Sebelumnya, Kejati Bengkulu lebih dulu memeriksa Daniel Madre, WNA Australia yang menjabat Direktur PT Danmar sekaligus konsultan tambang PT RSM.
Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu, Pola Martua Siregar, menegaskan pemeriksaan saksi-saksi asing ini krusial.
Hal tersebut untuk mengurai konstruksi awal mula aktivitas penambangan hingga menelusuri pihak yang menikmati aliran dana haram.
“Saksi Wilfred diperiksa guna mendalami informasi dan memperkuat alat bukti. Kami pastikan akan memeriksa semua pihak yang terlibat dalam perkara ini,” terang Pola.
Penyidikan kasus ini merupakan bagian dari Jilid II pengembangan dari kasus sebelumnya yang menyeret [NAMA BENAR] Cs dan sudah disidangkan di PN Bengkulu saat ini.
Dalam kasus Jilid II ini, Kejati telah menetapkan dan menahan tiga tersangka utama.
Mereka adalah mantan Direktur PT RSM Sonny Adnan dan mantan Kadis Pertambangan Bengkulu Utara tahun 2007 Fadillah Marik.
Menyusul kemudian, mantan Bupati Bengkulu Utara dua periode (2005–2015) Imron Rosyadi juga ditetapkan sebagai tersangka.
Penyidik mensinyalir adanya rekayasa korporasi skala besar, mengingat keterlibatan para konsultan asing dalam operasional PT RSM.
Kejati Bengkulu memberikan sinyal kuat bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru seiring hasil pemeriksaan saksi-saksi kunci tersebut.
Dengan diperiksanya dua konsultan asal Australia secara beruntun, penyidik tampak membidik “arsitek” di balik struktur perusahaan. Struktur ini menyebabkan kerugian fantastis Rp1,3 triliun. (Red)
