Sinergi Tanpa Sekat: Kapolda Bengkulu Perkuat Silaturahmi dan Transparansi Bersama Insan Pers

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono memperkuat sinergi dan transparansi bersama insan pers di Bengkulu, Jumat (6/2/26).

Suasana hangat menyelimuti Cafe Lapangan Golf Kota Bengkulu saat Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono SIK MSi, berdiskusi dengan puluhan jurnalis, perwakilan Komisi Informasi Publik (KIP), dan pengurus PWI.

Hadir mendampingi Mardiyono, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur SIK beserta jajaran, serta Ketua PWI Bengkulu, Marsal Abadi, dan perwakilan KIP Provinsi Bengkulu, Tris.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bengkulu memaparkan kecanggihan sistem layanan Call Center 110 yang kini sedang dikembangkan Polri. Sistem ini dirancang dengan mekanisme berjenjang dan memaksa.

“Jika laporan di 110 tidak direspons Polsek, otomatis tersambung ke Polres. Jika masih nihil, masuk ke Polda, bahkan hingga ke Mabes Polri. Jika sampai ke Mabes, maka Polda akan menerima teguran keras,” jelas Kapolda.

Ia menegaskan, Ini bukti komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat secara cepat dalam penanganan tindak pidana yang terjadi.

Kapolda Bengkulu juga menyoroti pentingnya peran media sebagai “mata dan telinga” kepolisian.

Ia menceritakan aksi cepat Polda Bengkulu saat menangani kasus medis tragis seorang anak yang mengeluarkan cacing dari hidungnya, informasi yang didapatkan pertama kali dari media.

Melalui gerakan Sedekah Rp2.000 per Hari, personel Polda berhasil membangun rumah layak huni bagi keluarga tersebut yang sebelumnya hidup memprihatinkan tanpa sanitasi layak.

“Kami juga punya program Sepakat (Serap Aspirasi Masyarakat). Kegiatan kita di pelosok-pelosok daerah kini ‘memaksa’ keterlibatan aktif pemerintah daerah untuk turun langsung memberikan bantuan,” pungkasnya.

Dalam pertemuan ini, Perwakilan KIP Bengkulu, Tris, menerangkan atas prestasi Polri yang meraih peringkat pertama kategori Lembaga Negara Informatif pada Monev KIP 2025.

Polri mencapai nilai nyaris sempurna, 98,90, sebuah bukti nyata transparansi di bawah kepemimpinan saat ini. Sehingga diharapkan Polda Bengkulu menunjukkan hal yang mencerminkan capaian prestasi tersebut.

Dikesempatan yang sama, Ketua PWI Bengkulu, Marsal Abadi, menekankan pentingnya profesionalisme pers.

“Menghormati bukan berarti mengekor. Kami berharap jajaran Polda hingga ke tingkat Polres konsisten menegakkan KUHP baru yang memberikan perlindungan bagi kerja-kerja jurnalistik,” sampai Marsal.

Menutup pertemuan, Kapolda Bengkulu berkomitmen untuk menggelar silaturahmi serupa setiap bulan.

Selain membahas isu lingkungan melalui program GEMPAR (Gerakan Membersihkan Pantai Rame-Rame) yang sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam Gerakan Indonesia Asri, forum ini menjadi wadah diskusi dua arah yang terbuka.

Pertemuan diakhiri dengan tanya jawab interaktif, di mana sejumlah jurnalis mempertanyakan perkembangan kasus-kasus terkini. Jenderal bintang dua tersebut menjawab pertanyaan secara taktis dan bijak. (Red)