Satpol PP Kota Semarang Diprotes Saat Tata Pedagang Pasar Johar

Kasatpol PP Kota Semarang dan Kepala Disperindag Kota Semarang saat penataan pedagang di Pasar Johar Semarang.

Semarang – Satpol PP Kota Semarang melakukan penataan pedagang pecah belah di Pasar Johar cagar budaya setelah dicapai kesepakatan dengan para pedagang.

Dari 50 pedagang ada 25 yang terkena penataan pada Selasa (1/3/22).

Mereka ditata dan ditempatkan di Johar tengah lantai dua dan Johar utara lantai dua seperti sebelum adanya kebakaran yang terjadi pada tahun 2015 lalu.

Penataan para pedagang yang dilakukan Satpol PP sempat diwarnai ketegangan antara pedagang dengan Kasatpol PP, Fajar Purwoto bersama salah seorang dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Karena penataan Pasar Johar sudah berlarut-larut, Satpol PP selaku penegak perda mengambil alih penataan. Anggota Satpol PP silahkan bantu pemindahan pedagang,” tegas Fajar dengan megaphonenya.

Namun ada salah seorang pegawai Dinas Perdagangan yang secara tiba-tiba mengeluarkan nada protes kepada Fajar.

“Tidak bisa pak. Ini pegawai perdagangan sedang sibuk,” kata pegawai Dinas Perdagangan yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Baca Juga :  Gubernur : Perizinan Perusahaan Tambang dan Perkebunan Perlu di Evaluasi

Fajar pun bereaksi atas pernyataan yang dilontarkan oleh pegawai Dinas Perdagangan.

“Yowis, saiki bubar saja anggota Satpol PP. Tidak usah menata. Urusi dewe. Satpol PP ora usah melu-melu. Ditata koq malah menghalang-halangi,” ucap Fajar menimpali.

Mendengar ada kesalahpahaman antara Fajar dan pegawai Disperindag, Nurkholis, Kepala Disperindag Kota Semarang keluar ruangan dan berusaha meredam situasi.

Bahkan Nurkholis pun siap turun tangan langsung membantu Satpol PP melakukan penataan para pedagang.

Setelah situasi terkendali, Nurkholis bersama Fajar dan beberapa pedagang lainnya menyambangi 25 pedagang yang terkena penataan.

Kepada 25 pedagang tersebut diberitahu bahwa mereka menempati tempat yang bukan semestinya dan diperintahkan untuk pindah.

Anggota Satpol pun kemudian membantu membawa barang dagangan pedagang untuk pindah menpati tempat yang telah ditentukan.

Fajar menuturkan, penataan yang dilakukan ini sudah sesuai dengan kesepakatan rapat beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga :  Pemkab Lebong Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers Kabupaten Lebong

Berdasar zonasi, kata Fajar, para pedagang produk pecah belah ditempatkan di Johar Tengah lantai dua dan Johar Utara lantai dua.

“Ada 50 pedagang produk pecah belah yang terkena penataan. Hari ini baru 25 orang ya. Tapi kami pastikan besok sudah selesai penataan 50 pedagang,” kata Fajar

Ia mengatakan hari ini mau tak mau pihaknya harus mulai memindahkan dan menata pedagang ke lokasi semestinya. Sebab, agar penataan pedagang tak berlarut-larut dalam waktu lama.

“Biar saya dan pak Nurkholis ini nggak pusing. Maka kita tegaskan tadi bahwa hari ini harus mulai geser,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan mengawal terus penataan di Johar hingga tuntas.

“Semoga sebelum Lebaran 2022, Johar sudah ramai pembeli lagi,” harap dia.

Ketua paguyuban pedagang pecah belah, Widodo mengucapkan terimakasih kepada Fajar dan Nurkholis yang telah menata pedagang pecah belah di tempat semestinya.

Baca Juga :  Walikota Helmi Ajak Keroyokan Atasi Persoalan Tempat Kumuh di Kota Bengkulu

“Ini baik sekali karena dengan demikian pasar tertata dengan semestinya dan pembeli pun tidak susah mencari zonasi,” kata Widodo.

Sebelum penataan, kata dia, dirinya sudah mensosialisasikan kepada para pedagang agar tak ada penolakan.

“Sudah saya koordinasikan dan rapat, sehingga tak ada pedagang yang keberatan. Sebelum kebakaran tahun 2015, pedagang pecah belah kan ada di Johar Tengah dan Utara. Kembali semula sebelum kebakaran,” jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan penataan hari ini sesuai ketetapan zonasi.

Sebelum rapat penataan, kata dia, dirinya mendapati 50 pedagang yang menempati tempat tak semestinya.

“Kemarin itu ada pedagang pecah belah malah berada di zonasi konveksi. Begitu juga sebaliknya. maka hari ini kita tata dan kita sesuaikan,” ungkapnya.

Menurutnya ada beberapa tujuan dengan ditatanya pedagang ini. Diantaranya yaitu memudahkan pembeli mencari pedagang. (had).