Rencana Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang Ditolak Keras Tim Gabungan Aremania

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Malang– Tim Gabungan Aremania (TGA) menyatakan penolakannya terkait renovasi Stadion Kanjuruhan Yang berlokasi di Kabupaten Malang.

TGA adalah koalisi yang terdiri dari berbagai elemen suporter, baik fan Arema yang berkompetisi di Liga 1 atau Liga 3, lalu ada juga komunitas, akademisi, hingga lembaga hukum.

“Kami menolak keras renovasi karena ini bukan lagi bicara soal Aremania saja, tetapi juga berbicara masyarakat Malang,” tegas Koordinator TGA Dian Berdinandri, Minggu (9/4/23).

Dan kalaupun tetap direnovasi, TGA tidak akan menonton lagi di stadion itu.

“Siapa yang mau menonton, sukacita, bergembira, di bekas jasad teman-teman kami pernah terbaring.” Tandas Dian.

TGA mengaku hadir untuk memperjuangkan keadilan korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Selain mengawasi proses hukum yang berjalan, mereka menolak rencana renovasi Stadion Kanjuruhan dan mendukung agar di lokasi itu dijadikan museum saja.

“Kami akan meminta kepada Pak Jokowi atau Ketum PSSI agar Kanjuruhan dijadikan museum karena kami ingin tetap ada jejak korban sebagai tempat untuk mengenang kematian saudara-saudara kami,” tambahnya.

Di sisi lain, Dian mengaku tidak masalah jika dibuatkan stadion baru di dekat lokasi Stadion Kanjuruhan yang sekarang.

Menurutnya, lebih baik lokasi yang lama dijadikan museum dan monumen, lalu mendirikan stadion baru di dekat situ.

Jadi nantinya akan menjadikan kompleks, ada Stadion Kanjuruhan yang baru, ada monumen di dekat stadion yang lama beserta museumnya.

“Jadi, kalau kita mau nonton pertandingan sepak bola, kita bisa sambil berziarah untuk mengenang teman-teman kita yang sudah enggak ada,” pungkas Dian. (red/dws)