Puluhan Pasien Cuci Darah RSMY Bengkulu Terpaksa Pulang, Ini Penjelasan Pihak RS

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Puluhan pasien gagal ginjal di RSMY Bengkulu terpaksa pulang tanpa penanganan medis karena stok Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) untuk tindakan hemodialisa habis.

Kejadian ini menyebabkan sekitar 50 pasien, yang terbagi dalam dua sesi pagi dan siang, tidak dapat menjalani prosedur cuci darah vital mereka.

Para pasien tersebut diminta pulang oleh pihak rumah sakit tanpa adanya kepastian jadwal pengganti.

Kekosongan BMHP ini disinyalir akibat lonjakan pasien rujukan dari rumah sakit lain yang tidak diimbangi dengan ketersediaan alat dan bahan medis yang memadai di RSMY.

Seorang sumber internal mengungkapkan bahwa tenaga medis sebenarnya telah melaporkan potensi kekosongan alat ini kepada manajemen sejak jauh hari.

Meskipun upaya komunikasi telah dilakukan secara masif oleh pasien dan keluarga, solusi konkret di lapangan belum juga didapatkan.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Direktur Keuangan RSMY Bengkulu Eri Murianto memberikan penjelasan.

Ia mengungkapkan bahwa kendala utama yang menyebabkan kekosongan BMHP adalah proses distribusi pengiriman barang.

“Terkendala pengiriman saja pak, sudah kita pesan satu minggu yang lalu, besok sampai. Ini ada lonjakan layanan limpahan rumah sakit lain,” terang Eri Murianto melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/4/26).

Lebih lanjut Eri mengatakan pihak manajemen berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Untuk mengantisipasi kejadian serupa, ke depan kita akan upayakan pemesanan lebih awal,” tambah Eri.

Hingga berita ini ditulis, puluhan pasien yang terdampak masih menanti kepastian jadwal cuci darah mereka, sebuah prosedur medis vital bagi penderita gagal ginjal kronis. (Red)