Proyek Jalan Pertanian Desa Bontolempangan Tidak Miliki Papan Informasi

Pembangunan tanpa papan informasi proyek

Gowa – Beredar informasi dari warga Desa Bontolempangan Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, bahwa ada proyek siluman di desa mereka.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, Rabu (2/12/21) Tim Satujuang.com pun turun ke Desa Bontolempangan dan mengunjungi langsung lokasi proyek.

Saat di lokasi pengerjaan proyek yang dimaksud, tidak ditemukan papan Informasi proyek, sehingga tidak didapati informasi terkait pihak yang mengerjakan, nilai proyek dan sumber anggaran yang digunakan, hanya ditemukan beberapa tumpukan batu jenis sirtu.

Baca Juga :  Ketum SMSI Dukung Penuh Kapolri, Berharap UU ITE Dikembalikan Kealurnya

Tim pun menelusuri ruas jalan pertanian yang sedang dikerjakan tersebut, selain ditemukan tumpukan batu jenis sirtu, juga ditemukan batu jenis sirtu yang sudah dihamparkan pada beberapa ruas jalan, namun tidak merata.

Menurut keterangan salah seorang warga desa Bontolempangan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, bahwa setiap adanya proyek menggunakan Dana Desa (DD) di desa mereka, tidak pernah dipasang papan Informasi proyek.

Baca Juga :  Polres Jeneponto Gagalkan Peredaran Sabu

“Setiap ada proyek didesa ini tidak pernah ada papan Informasi proyek,” ungkapnya singkat.

Untuk mendapatan informasi lebih lanjut, tim Satujuang.com menghubungi Kepala Desa Bontolempangan, Adi, melalui panggilan Whatsapp pada Kamis (9/12/21).

Dalam sambungan telpon Whatsapp, Adi membenarkan bahwa pada lokasi proyek jalan pertanian itu tidak dipasang papan Informasi proyek, karena dikerjakan secara swakelola.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Lantik Lima Ketua TP PKK

“Memang tidak ada papan pengumuman disitu, karena tidak ada perintah harus ada papan proyek disitu, kita kerjakan secara swakelola,” ujar Adi.

Adi juga mengatakan bahwa, alasan tidak dipasangnya papan pengumuman proyek tersebut juga karena desa mereka sudah memiliki papan transparansi.

“Seharusnya kan memang ada, tapi kita di desa cukup transparansi karena ada papan transparansi di kantor desa,” tutupnya.