Satujuang, Bengkulu– Insiden kekerasan kembali mencoreng dunia sepak bola usia muda di Bengkulu. Wasit piala soeratin Bengkulu diserang oleh salah seorang manager club sepak bola.
Wasit sepakbola, Aprima Adi, menjadi korban penyerangan usai memimpin laga Piala Soeratin U-15 antara PS Renal Ardana Benteng melawan Tunas Muda Bengkulu di Stadion Semarak, pada Rabu (20/8/25).
Kericuhan bermula pada menit ke-83 ketika Aprima mengeluarkan kartu kuning kedua kepada pemain Renal Ardana bernomor punggung 15. Keputusan tersebut memicu protes keras.
Seusai pertandingan, manajer klub, Berto, mendatangi wasit dan mendorongnya. Situasi semakin panas saat sejumlah official dan penonton melempar botol hingga mengenai tubuh sang pengadil.
Pengawas pertandingan, Yaser Arafat, membenarkan insiden tersebut. Ia menegaskan kejadian sudah dicatat, direkam, dan dilaporkan ke Asprov PSSI Bengkulu serta PSSI pusat.
“Benar terjadi pemukulan terhadap wasit Aprima Adi. Laporan resmi sudah kami sampaikan,” ujarnya.
Ketua Komite Wasit Asprov PSSI Bengkulu, Edhamizi, menyatakan pihaknya telah menjatuhkan sanksi. Klub PS Renal Ardana didenda Rp5 juta, sementara manajer Berto dilarang mengikuti kegiatan Asprov PSSI selama enam bulan.
“Keputusan ini untuk menjaga marwah kompetisi dan memberikan efek jera,” tegasnya.
Meski demikian, hingga Jumat (22/8/25), Aprima Adi mengaku belum pernah dipanggil Panitia Disiplin (Pandis) untuk memberikan keterangan.
“Saya belum tahu hasil keputusan Pandis. Jika tidak ada kepastian, kasus ini akan saya bawa ke Polresta maupun Polda Bengkulu,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Aprima juga menyayangkan minimnya pengamanan di lapangan. Ia menilai panitia seharusnya memberikan perlindungan lebih bagi perangkat pertandingan.
“Kompetisi usia muda adalah tempat pembinaan, bukan ajang melampiaskan emosi,” tambahnya.
Peristiwa ini menambah daftar kelam kekerasan terhadap perangkat pertandingan di level usia muda.
Publik sepak bola Bengkulu kini menunggu sikap tegas Pandis PSSI agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan citra Piala Soeratin U-15 tetap terjaga sebagai ajang pembinaan talenta muda. (Red)
