Pembunuhan Tragis Anak Tiri Guncang Bengkulu Tengah, Ayah Tiri Diburu

Satujuang, Bengkulu Tengah- Kasus pembunuhan menghebohkan warga Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi. Seorang ayah tiri, SU (60), diduga menghabisi nyawa anak tirinya, Febriansyah (30).

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (5/10/25) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku melukai korban beberapa kali menggunakan senjata tajam di kediamannya.

Korban Febriansyah langsung menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Setelah itu, pelaku SU segera melarikan diri ke areal perkebunan.

Adik korban yang berada di rumah berteriak meminta pertolongan warga setempat. Warga segera datang melihat kondisi korban yang terkapar.

Mereka kemudian menghubungi pihak kepolisian dan ambulans. Korban dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Desa Talang Empat, Samsir, menjelaskan bahwa motif pembunuhan masih belum diketahui. Informasi dihimpun, korban baru tinggal di rumah ayah tirinya sekitar satu bulan terakhir.

“Kasus pembunuhan ini dilakukan oleh SU selaku ayah tiri dari korban Febriansyah. Korban dibacok hingga akhirnya meninggal di tempat,” jelas Kades Talang Empat, dikutip dari Rbtv.Disway.

Petugas kepolisian langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian. Olah tempat kejadian perkara (TKP) segera dilakukan tim Inafis Polda Bengkulu.

Hingga pukul 11.35 WIB, pelaku SU masih dalam pemburuan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu Tengah. Pencarian meluas hingga ke beberapa desa tetangga sekitar.

Pelaku SU diketahui bekerja serabutan, seperti menjadi tukang panen kebun sawit. Pemilik kebun, Ferry Aprianto yang juga merupakan camat Karang Tinggi membenarkan hal tersebut.

“Pelaku dikenal baik oleh masyarakat, pelaku sudah 10 tahun tinggal dan menjadi warga Desa Talang Empat. Pelaku bekerja dengan saya pun selama ini tidak ada permasalahan,” jelas Camat Karang Tinggi, Ferry Aprianto.

Ferry menyebut, pelaku dikenal tidak pernah bercerita tentang masalah keluarga. Kehidupan pelaku selama ini tampak normal di mata masyarakat. (Red)