Pasien Positif COVID-19 di Mukomuko Meningkat, 66 Pasien Dinyatakan Meninggal Dunia

Satujuang.com – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyebutkan, saat ini masih ada 127 pasien COVID-19 di daerah ini yang menjalani isolasi mandiri di rumah maupun dirawat di RSUD guna mencegah penyebaran virus corona.
“Ada 127 pasien COVID-19 yang masih aktif atau menjalani isolasi mandiri dan dirawat di RSUD dari 2.076 kasus positif COVID-19 di daerah ini,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, dalam keterangannya di Mukomuko, Kamis (19/8/21).
Bustam Bustomo, yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan setempat menyampaikan hal itu terkait dengan perkembangan jumlah kasus COVID-19, pasien yang sembuh dan meninggal dunia dalam beberapa hari terakhir.
Ia menyebutkan, jumlah pasien COVID-19 di daerah ini yang belum sembuh atau dinyatakan masih terjangkit COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri, baik di rumah masing-masing maupun RSUD, meningkat dibandingkan dengan sebelumnya yang berjumlah 179 pasien.
Pasien COVID-19 di daerah itu yang belum sembuh dari penyakit yang disebabkan oleh virus corona tersebut terdiri atas pegawai negeri sipil dan warga yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Mukomuko.
Dikatakan, tenaga kesehatan baik dari Dinas Kesehatan maupun puskesmas, terus menelusuri riwayat kontak ratusan pasien COVID-19 yang belum pulih guna mencegah penyebaran virus di daerah ini.
Ia mengimbau semua orang yang masih menjalani isolasi mandiri agar menjaga kesehatannya serta tidak menonton di luar rumah guna mencegah penularan virus corona jenis baru di daerah setempat.
Sementara itu, berdasarkan narasi perkembangan COVID-19 Kabupaten Mukomuko sejak beberapa hari ini jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 7.350 sampel, jumlah total spesimen yang dinyatakan positif COVID-19 sebanyak 2.076 orang.
Dari 2.076 pasien COVID-19 tersebut, 1.884 orang dinyatakan sembuh atau tidak menjalani perawatan mandiri di RSUD setempat, 66 pasien COVID-19 meninggal dunia. ( antaranews )