Pasca Tragedi Kapal Wisata Karam, Polisi Pasang Garis Polisi dan Periksa ABK

Satujuang,  Bengkulu— Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap kapal wisata 3 Putera yang karam di perairan Pantai Malabero, Kota Bengkulu pada Minggu sore (11/5).

Kapal tersebut diketahui mengangkut 104 orang, terdiri dari 98 wisatawan dan enam kru kapal.

Olah TKP dilakukan oleh tim Inafis Polresta Bengkulu pada Senin (12/5/25), dengan pemasangan garis polisi di sekitar kapal.

Selain mengukur dimensi kapal, petugas juga membawa pemilik jasa perjalanan, nahkoda, dan lima anak buah kapal (ABK) ke Gedung Satreskrim Polresta Bengkulu untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kita bawa ke Polresta Bengkulu dan kita mintai keterangan,” ujar Kasubdit Tipidter Polresta Bengkulu, Ipda Muhammad Ego Fermana.

Tragedi ini menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan beberapa lainnya sempat dirawat di RS Bhayangkara serta RSHD Kota Bengkulu.

Berdasarkan keterangan Basarnas, kapal sempat mengalami mati mesin sebelum dihantam ombak dan akhirnya tenggelam.

Polisi juga telah menutup sementara jalur wisata ke Pulau Tikus dengan kapal 3 Putera, sambil menunggu hasil penyelidikan.

10 Penumpang Sempat Dinyatakan Hilang, Ternyata Sudah Selamat

Sebelumnya, sebanyak 10 penumpang sempat dinyatakan hilang dan dalam pencarian oleh tim SAR. Namun pada Senin (12/5), seluruhnya dipastikan dalam kondisi selamat.

Mereka sempat pulang ke rumah masing-masing atau dirawat tanpa melapor ke petugas.

“Pagi ini sudah terkonfirmasi semua, semuanya sudah selamat hanya memang mereka tidak melapor,” kata Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva.

Berikut identitas 10 orang yang sempat dinyatakan hilang:

  1. May Sirah (Seluma) – dirawat di RSHD,
  2. Difian (Seluma) – dirawat di RSHD,
  3. Alwali (Seluma) – dirawat di RS Bhayangkara,
  4. Agustini Dwi (Seluma) – dirawat di RS Bhayangkara,
  5. Vreska (Seluma) – dirawat di RS Bhayangkara,
  6. Yusnita (Muaro Bungo, Jambi),
  7. Deka Maharani (Rejang Lebong),
  8. Frengki (Seluma),
  9. Ramdani (Seluma) – dirawat di RS Bhayangkara,
  10. Eka (Seluma).

Dengan demikian, total 104 penumpang telah teridentifikasi: 97 selamat, tujuh meninggal dunia.

Korban Meninggal Berasal dari Berbagai Daerah

Korban meninggal dunia terdiri dari lima orang yang dirawat di RS Bhayangkara:

  1. Riska Nurjanah (28) – Lubuk Linggau, Sumsel,
  2. Ratna Kurniati (28) – Kota Bengkulu,
  3. Tesya (20) – Kepahiang,
  4. Nesya (27) – Rejang Lebong,
  5. Arva Richi Dekry (29) – Padang, Sumbar.

Dan dua orang di RSHD Kota Bengkulu:

  1. Yunita – Karyawan Puskeswan, Bengkulu Utara,
  2. Iwan Suantra Wijaya – Jambi.

Semua jenazah telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing.

Minimnya Pengawasan dan Prosedur Keselamatan Dipertanyakan

Meski proses hukum tengah berjalan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah terkait aspek keselamatan wisata bahari.

Belum diketahui apakah kapal memiliki izin laik laut, berapa kapasitas maksimal penumpang, serta bagaimana prosedur darurat disiapkan.

Kapal wisata yang beroperasi di jalur Pulau Tikus–Malabero diketahui cukup aktif setiap akhir pekan.

Namun tragedi ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap standar keselamatan, baik dari sisi teknis kapal, kesiapan kru, maupun regulasi dari instansi terkait. (Red)