Hukrim  

Oknum Polisi Kena OTT Miliki 12 Paket Sabu

Foto Ilustrasi

Makassar — Anggota polisi yang tertangkap basah menguasai sabu oleh personel Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan.

Tersangka Aiptu IA, disebut menjadi perantara antara pembeli dan bandar narkoba.

IA, yang bertugas di bagian Tahanan dan Titipan Barang Bukti (Tahti) Polres Jeneponto, tertangkap ketika memegang 12 kemasan sabu.

Kepala Bidang Propam Polda Sulsel Kombes Pol Agoeng Adi Koerniawan, saat di hubungi awak media membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar, tadi pagi OTT dilakukan dan mengamankan Aiptu IA. Saat itu, dia diamankan sementara bertugas menjaga tahanan di Polres Jeneponto,” kata Agoeng, Kamis (10/2/22).

Baca Juga :  Miliki Sabu, Warga Sidomulyo Diamankan Polda Bengkulu

Barang haram yang dikuasai oleh Aiptu IA, terang Agoeng, ditemukan di dalam mobilnya yang tengah terparkir di kantor Polres Jeneponto.

“Kemudian dilanjutkan penggeledahan di rumahnya dan ditemukan barang bukti sebanyak 12 sachet sabu dan alat isapnya,” jelasnya.

Agoeng melanjutkan, setelah mengamankan IA, kemudian dilakukan pemeriksaan tes urine dan hasilnya positif mengandung zat metamfetamine dan antefetamine.

Baca Juga :  Mau Buat SIM ? Wajib Cek Psikologi

Berdasarkan keterangan IA, cerita Agoeng, yang bersangkutan telah menggunakan sabu sejak tahun 2017 lalu.
“Bahkan, dia juga beberapa kali sebagai mediator pengguna sabu di Kabupaten Jeneponto yang membeli sabu ke para pengedar narkoba,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Agoeng jika IA juga pernah menjemput barang haram tersebut di Makassar bersama seorang pengedar berinisial NB dan seorang bandar sabu.

“Yang bersangkutan pernah dijatuhi hukuman pelanggaran disiplin berupa penundaan mengikuti pendidikan satu tahun dan penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari,” tuturnya.

Baca Juga :  Isap Ganja, Dua Remaja Diringkus Polres Bengkulu Utara

Kata Agoeng, pada tahun 2021 lalu, IA juga ketahuan positif menggunakan sabu ketika dilakukan pemeriksaan urine seluruh personel Polres Jeneponto. Saat itu IA dijatuhi hukuman disiplin.

Agoeng menegaskan, jika IA kembali terbukti menggunakan narkoba, pokoknya tidak ada ampun.
“Proses Pidana dengan Rekom PTDH. Tidak ada toleransi dengan oknum pengguna narkoba,” tegas Agoeng. (sattu)