Nining : Tidak Ada Pemaksaan Terkait Vaksinasi Anak

Ilustrasi Kegiatan Belajar Mengajar

Kepahiang – Pemkab Kepahiang berencana tahun ini akan memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka secara penuh (full) atau 100 persen.

Khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD). Namun demikian keputusan tersebut masih bergantung pada cakupan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

Hal ini menjadi alasan bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk mendorong seluruh SD yang ada di Kabupaten Kepahiang, untuk segera melaksanakan vaksinasi bagi para peserta didiknya.

Baca Juga :  10 Sekolah Dinyatakan Lolos Seleksi Gelombang Kedua

Kendati demikian, saat ini pada dasarnya KBM sudah dilaksanakan di seluruh sekolah, namum masih dilakukan secara terbatas.

Sekretaris Dinas Dikbud Kepahiang, Nining Fawely Pasju, S.Pt, M.Si menerangkan, satuan pendidikan tetap diwajibkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, namun secara terbatas.

“Terbatas dalam artian membatasi jumlah siswa dalam RKB (Ruang Kelompok Belajar) maupun jam belajar,’’ ungkap Nining, Sabtu (6/1/22).

Baca Juga :  Nining Fawely Pasju : Menyesuaikan Dengan Jumlah Siswa Disetiap SD

Lanjutnya, konsekuensi cakupan vaksinasi itu nantinya akan menjadi penentu, apakah satuan pendidikan sekolah dasar, dapat melaksanakan KBM tatap muka penuh atau belum.

Namun, Nining menjelaskan, agar dalam pelaksanaan vaksinasi pihak sekolah wajib mensosialisasikannya dengan para orang tua atau wali murid untuk meminta persetujuan sebelum vaksinasi.

Baca Juga :  Kebut Vaksinasi Anak, Polda Jateng Siap Jemput Bola

“Tidak ada pemaksaan terkait vaksinasi anak. Tinggal sekolah melakukan sosialisasi pada orang tua, tetap harus persetujuan orang tua murid,’’ sebutnya. (Adv)