Mudik Lebaran 2025: Tol Cikampek dan Kalihurip Tunjukkan Peningkatan Kendaraan Drastis

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Jakarta – Jasa Marga mencatat total 955.923 kendaraan meninggalkan Jabodetabek pada periode H-10 hingga H-5 Lebaran 2025 (21–26 Maret 2025).

Angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol utama, yaitu GT Cikampek Utama menuju Trans Jawa, GT Kalihurip Utama menuju Bandung, GT Cikupa menuju Merak, serta GT Ciawi menuju Puncak.

Dalam keterangan resminya pada Kamis (27/3/25), Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, menyatakan bahwa volume kendaraan ini naik 1,5 persen dibandingkan periode Idul Fitri 2024 yang mencatat 941.496 kendaraan.

“Jika dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal yang mencapai 845.998 kendaraan, terjadi peningkatan sebesar 13 persen,” tambahnya.

Distribusi kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek tersebar ke tiga arah, yakni 469.762 kendaraan menuju Trans Jawa dan Bandung, 284.373 kendaraan ke Merak, serta 201.788 kendaraan ke Puncak.

Pada H-5 Lebaran 2025, arus kendaraan melalui empat Gerbang Tol utama mencapai 192.244 unit, meningkat 42,8 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya mencapai 134.660 unit.

Lisye juga mengungkapkan bahwa peningkatan signifikan terlihat pada arus kendaraan menuju wilayah Timur, terutama pada rute Trans Jawa dan Bandung.

“Di GT Cikampek Utama, tercatat total 78.363 kendaraan, naik 191,1 persen dari 26.917 kendaraan pada kondisi normal. Sedangkan di GT Kalihurip Utama, terdapat 33.300 kendaraan, naik 18 persen dibandingkan 28.221 kendaraan saat kondisi normal,” jelasnya.

Puncak arus mudik Idul Fitri 2025 diprediksi terjadi pada Jumat (28/3/25).

Lisye mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menghindari waktu puncak, terutama pada pagi dan malam hari, guna meminimalkan potensi kemacetan.