Satujuang, Lebong- Kematian seorang perempuan muda di Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, Kamis (5/2/26).
Korban berinisial A (18). Ia ditemukan dalam posisi tergeletak di kamar tidur dengan luka sayatan di bagian leher. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui dalam kondisi hamil.
Peristiwa ini pertama kali terungkap setelah ayah kandung korban, Zamzami, mendatangi rumah tersebut.
Kedatangannya atas permintaan menantu laki-lakinya yang tidak bisa menghubungi korban sejak pagi.
Suami korban, Oga Yuma Nanda (24), saat itu tidak berada di rumah. Ia diketahui sedang berada di Desa Lemeu. Oga mengaku memiliki firasat tidak enak sebelum akhirnya meminta mertuanya memastikan kondisi korban.
“Saya merasa tidak enak sejak pagi. Karena itu saya minta ayah mertua melihat kondisi istri saya di rumah,” ujar Oga kepada awak media.
Tak lama berselang, Oga menerima kabar bahwa istrinya mengalami kecelakaan. Mendapat informasi tersebut, ia segera kembali ke rumah.
Namun setibanya di lokasi, korban telah ditemukan meninggal dunia dengan kondisi luka serius di bagian leher.
Penemuan tersebut langsung menggegerkan warga sekitar. Aparat kepolisian dari Polsek Lebong Utara segera turun ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah bagian rumah tampak diperiksa secara detail oleh petugas. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Jenazah korban kemudian dievakuasi guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut.
Kapolsek Lebong Utara, Iptu M. Mico, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa.
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami hasil pemeriksaan di TKP. Penyebab pasti kematian korban masih kami selidiki,” ujar M. Mico.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” tegasnya.
Hingga Kamis siang, belum ada keterangan resmi terkait dugaan penyebab kematian korban. Polisi memastikan perkembangan kasus akan disampaikan sesuai hasil penyelidikan. (red).
