Misteri Hilangnya Pesawat Boeing 727, Kasus Pencurian yang Belum Terpecahkan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang- Pada 25 Mei 2003, sebuah Boeing 727-200 yang terdaftar sebagai N844AA hilang tanpa jejak setelah lepas landas dari Bandara Quatro de Fevereiro di Luanda, Angola.

Pesawat yang dimiliki oleh Aerospace Sales & Leasing ini dicuri oleh dua pria tanpa lisensi penerbangan yang memadai: Ben Padilla, seorang pilot asal Amerika Serikat, dan John Mutantu, seorang warga negara Angola.

Meski Padilla memiliki pengalaman sebagai pilot pribadi, ia tidak memiliki izin untuk menerbangkan pesawat tersebut.

Sebelum pencurian, pesawat ini terjebak dalam sengketa kontrak di Angola, setelah menjalani masa operasional selama 26,5 tahun dengan American Airlines.

Pada hari pencurian, kedua pria tersebut berhasil mempersiapkan pesawat dan lepas landas tanpa izin dari menara pengawas, langsung menuju Samudra Atlantik Utara, tanpa mengaktifkan lampu atau transponder.

Keberadaan Boeing 727-200 tidak pernah terdeteksi sejak saat itu, mendorong pencarian global oleh badan intelijen dan penegak hukum di Amerika Serikat.

Kasus ini menjadi lebih rumit karena terjadi kurang dari dua tahun setelah serangan 11 September, memicu spekulasi tentang kemungkinan niat teroris.

Pensiunan Jenderal Marinir AS, Mastin Robeson, mencatat bahwa tujuan pencurian ini masih misterius, dengan dugaan berkisar dari pencurian untuk asuransi hingga potensi penjualan ilegal.

Hingga kini, meskipun banyak asumsi beredar dan berbagai penyelidikan dilakukan, tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa pesawat tersebut jatuh ke laut.

Tidak ada puing-puing yang ditemukan, dan hilangnya Boeing 727-200 tetap menjadi teka-teki yang belum terpecahkan setelah lebih dari dua dekade.(Red/kompas)