Menguak Misteri Hantu Lewat Perspektif Psikologi Ilmiah

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Jakarta- Fenomena mistis seringkali dipandang skeptis oleh dunia ilmu pengetahuan.

Banyak orang tidak percaya pada cerita-cerita tentang hantu karena belum pernah ada penjelasan ilmiah yang jelas.

Namun, Christopher French, seorang profesor psikologi di Goldsmiths, University of London, memberikan perspektif berbeda.

Dalam bukunya yang mengulas sisi ilmiah dari hal-hal mistis, French mengungkapkan bahwa pengalaman melihat hantu sering kali merupakan hasil dari kesalahan persepsi terhadap hal-hal yang sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah.

Menurut French, hanya karena sesuatu belum bisa dijelaskan, bukan berarti tidak ada penjelasannya.

Beberapa penjelasan ilmiah mengenai fenomena “melihat hantu” mencakup halusinasi—di mana seseorang merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

False memory atau ingatan palsu, yaitu ketika seseorang mengingat hal yang tidak benar-benar terjadi, dan pareidolia, kecenderungan otak melihat pola atau wajah dalam objek acak.

Studi menunjukkan bahwa otak manusia rentan mengabaikan detail atau salah mengingat peristiwa, sehingga bisa saja mengarah pada kesimpulan yang salah dalam pengalaman ambigu.

Hal ini sangat umum ketika seseorang yakin telah melihat sosok hantu atau makhluk legendaris.

French juga meneliti kondisi medis yang sering dikaitkan dengan pengalaman mistis, salah satunya adalah sleep paralysis.

Sleep paralysis terjadi ketika seseorang merasa sudah bangun dari tidur, namun tidak mampu menggerakkan tubuh.

Kondisi ini sering disertai dengan sensasi kehadiran makhluk halus, yang tampak nyata dan menakutkan.

French menjelaskan bahwa dalam kondisi ini, pikiran seseorang sudah mulai bangun, tetapi tubuhnya belum, sehingga muncul percampuran antara kesadaran mimpi dengan realitas.

Hal ini menciptakan pengalaman menakutkan yang terasa nyata, tetapi sebenarnya hanyalah hasil dari kondisi neurologis yang dapat dijelaskan secara ilmiah.(Red/detik)