Masyarakat Demo Tantang PT Agro Adu Data

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Mukomuko – Kantor PT Agro Bunga Tanjung estate  yang berada di Desa Brangan Mulya, Kabupaten Mukomuko, didatangi puluhan masyarakat untuk berujuk rasa terkait HGU PT Agro Bunga Tanjung.

Aksi dari masyarakat yang berjalan damai dan kondisif ini, dikawal Kapolsek Temarang Jaya beserta anggotanya, Selasa (25/01/22).

Pihak perusahaan hanya mengutuskan Kepala Tata Usaha untuk menemui para pengunjuk rasa, yang berniat untuk mengkroscek data HGU Perusahaan.

Irwan selaku koordinator aksi menyampaikan, demo tersebut berawal dari ditangkapnya salah satu masyarakat yang berladang di perbatasan wilayah HGU PT Agro Bunga Tanjung estate.

“10 orang karyawan perusahaan dibantu Anggota Brimob menangkap petani tersebut, kemudian dibawa ke Polres Mukomuko, sorenya di lepas kembali,” ujar Irwan kepada awak media.

Irwan melanjutkan, kejadian itu memancing gejolak pada masyarakat petani lainnya yang lahannya berbatasan dengan Perusahaan.

“Isu yang berkembang adalah diduga HGU PT Agro Bunga Tanjung estate mencaplok tanah kami, beberapa petani mengaku telah menguasai lahan tersebut sebelum adanya PT Agromuko,” ungkap Irwan.

Irwan Juga Manyampaikan, masyarakat tidak berani merambah Hutan Produksi Terbatas (HPT) karena takut dengan hukum.

“Tebang meranti sebatang saja bisa di penjara 2 tahun, Tapi perusahaan seenaknya saja merambah HPT bahkan mencaplok tanah kami yang berada di areal penggunaan lain (APL),” terang Irwan.

Iwan melanjutkan, ladang petani berada di sepanjang sepadan sungai sudah ada sejak dulu, karena moyang para petani menggunakan sungai sebagai jalur transportasi.

“Kami sudah berulang kali meminta peta yang sesuai dengan SK HGU, baik lisan maupun dengan surat resmi, tetapi pihak perusahaan tidak bersedia menunjukkan, ada beberapa patok perusahaan masuk tanah kami,” kesal Irwan.

Irwan juga sangat menyayangkan Pimpinan Perusahaan tidak berani menemui mereka. Pengunjuk rasa hanya ingin pembuktian batas wilayah dilapangan, untuk mengkroscek dengan data yang di punyai masyarakat.

“Kenapa perusahaan sebesar PT Agro tidak berani beradu data dengan kami petani kecil, dari sini kita sudah bisa melihat ada apa dengan perusahaan PT Agro  Di lapangan PT Agro juga mengarap lahan di sepadan aliran sungai Bantal yang jaraknya hanya puluhan meter,“ tandas Irwan.

KTU PT HGU PT Agro Bunga Tanjung Estate, Ruri, yang menemui para penunjuk rasa menyampaikan, bahwa dirinya akan menampung apa yang dikeluhkan pengunjuk rasa.

“Saya akan menampung aspirasi yang di sampaikan, selanjutnya akan diteruskan kepada Pimpinan Perusahaan,“ jawab Ruri.

Terkait keberadaan Pimpinan, Ruri mengaku tidak mengetahui keberadaan Pimpinan Perusahaan saat itu.

“Saya juga kurang tau kemana pimpinan saat ini, kemana pimpinan pergi juga tidak ditanya,” tutup Ruri. (zul)