LSM NCW Pertanyakan Kontribusi Quari Dedi Putra Karya Kepada Desa Penyangga

Mukomuko – Desa Sukamaju Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko merupakan desa eks transmigrasi yang memiliki potensi kekayaan sumberdaya alam yang cukup melimpah.

Salah satu potensi sumberdaya alam yang dimiliki Desa Sukamaju tersebut adalah tambang galian c berupa pasir, batu dan koral.

Namun karena keterbatasan sumberdaya dan permodalan, keberadaan potensi sumberdaya alam tersebut dikelola oleh pihak swasta, salah satunya yakni CV. Dedi Putra Karya yang sudah berinvestasi beberapa tahun yang lalu.

Baca Juga :  Musrenbang 2021, Gubernur Rohidin Paparkan 5 Prioritas Pembangunan

Mestinya dengan potensi sumberdaya alam yang dimiliki oleh Pemerintah Desa Sukamaju tersebut bisa mendatangkan income pendapatan kepada pihak desa berupa bagi hasil atau Corporate Social Responsibility perusahaan kepada Desa.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat National Coruption Watch (LSM NCW) Kabupaten Mukomuko, Zlatan Asikin dikediamannya, Kamis (9/12/21).

“Kami dari LSM NCW Kabupaten Mukomuko mempertanyakan kontribusi galian C Dedi Putra Karya tersebut kepada Pemerintah Desa Sukamaju dan desa-desa penyangga lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung terdampak akibat dari eksploitasi pertambangan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Ormas Front Pembela Rakyat Salurkan Bantuan Sosial di Binduriang

Zlatan mengatakan usaha galian c yang mereka soroti bukan hanya CV. Dedi Putra Karya saja, tetapi seluruh usaha galian c yang ada di daerah Kabupaten Mukomuko.

“Kita minta seluruh pemilik usaha quari galian c untuk transparan dan terbuka menyampaikan ke publik, apa saja kontribusinya Desa setempat,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Sukamaju, Sutarto, mengungkapkan bahwa selama CV. Dedi Putra Karya beroperasi di Desa Sukamaju tidak pernah memberikan kontribusi kepada desa.

Baca Juga :  Babinsa Melakukan Pembagian BLT DD Di Desa Binaanya

“Jangankan CSR atau pendapatan asli desa, setiap desa mau adakan kegiatan seperti hari besar 17 Agustus, ulang taun desa ataupun kegiatan karang taruna, harus pakai proposal dulu baru di bantu,” ungkapnya.

“Kedepan, kita berharap CV. Dedi Putra Karya dapat lebih memperhatikan persoalan CSR kepada desa setempat dan desa penyangga ini,” tutup sutarto.