Lembaga Riset NTB Institute Dilaunching

NTB Institute sebagai wadah generasi muda NTB.

Jakarta – NTB Institute adalah Lembaga riset independen sebagai wadah untuk mengembangkan tradisi keilmuan dan penelitian, serta kontribusi konseptual dalam lanskap pembangunan nasional, khususnya daerah NTB.

NTB Institute resmi dilaunching pada Minggu (6/3/22) di Wisma NTB, Jl. Garut No. 5, Menteng, Jakarta Pusat.
Direktur Eksekutif NTB Institute, Gunawan Albima mengatakan, NTB Institute sebagai wadah generasi muda NTB.

“NTB Institute hadir sebagai wadah bagi para generasi muda NTB yang memiliki gagasan strategis, inovasi dan passion di bidang keilmuan masing-masing untuk berkreasi,” ujarnya.

Sebagai provinsi dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berlimpah, menurut Gunawan, NTB harus melibatkan semua unsur.

Baca Juga :  Timbulkan Banyak Polemik, Sistem Pemira UNIB Dipertanyakan

Dengan membentuk kemitraan antara pemprov dengan masyarakat, memanfaatkan khazanah keilmuan diaspora muda NTB yang tersebar di perantauan, untuk memajukan daerah, baik di sektor ekonomi, politik pemerintahan, maupun sosial budaya.

Oleh karena itu, NTB Institute hadir untuk mendorong terwujudnya kebijakan yang berbasis riset.

“NTB Institute akan berupaya untuk menggelar kegiatan ilmiah, advokasi isu serta kebijakan, dan mengedepankan publikasi kajian secara berkala,” ucap Gunawan.

Gunawan berharap, NTB Institute dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan para pemangku kebijakan, baik pusat maupun daerah, juga dunia usaha serta civil society.

Baca Juga :  Sambut HUT Bhayangkara Ke-75, Polri Gelar Lomba VLOG, TIKTOK, INFOGRAFIS dan BLOG

“Harapannya, launching NTB Institute ini akan menjadi laboratorium pengembangan skill anak-anak muda NTB dengan sejumlah program yang relevan” kata aktivis muda ini.

Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan, NTB Institute dapat menjadi titik temu para anak muda potensial NTB, baik dari Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok untuk saling berkolaborasi.

“Ini juga sebagai wujud kepedulian diaspora muda NTB untuk membangun kampung halaman sesuai latar belakang akademik dan aktivitas profesional masing-masing,” kata Gunawan.

“Kami juga mengapresiasi pemerintah provinsi yang mengorbitkan NTB di mata dunia internasional dengan hadirnya sirkuit Moto GP Mandalika”, jelas Gunawan.

Baca Juga :  Rektor UIN FAS Merespon Pernyataan Kontroversial Menteri Agama

Kegiatan launching NTB Institute dirangkaikan juga dengan diskusi publik bertema ” Kolaborasi Diaspora Muda dalam Akselerasi Pembangunan Daerah NTB “.

Adapun narasumber yang dihadirkan, antara lain Muhammad Fadli Hanafi, dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal Indonesian Youth Community Network (IYCN).

Dari kalangan lembaga think-tank, NTB Institute juga menghadirkan Mawardin, peneliti di Charta Politika Indonesia sekaligus pengurus DPP KNPI.

Diskusi publik dimoderatori oleh Asogi Akbar, mahasiswa pascasarjana jurusan manajemen SDM di Universitas Jayabaya, Jakarta. (Fitra satuJuang)