Komisi II DPRD Merespon Harapan Petani Sumbawa Barat

Aherrudin Pimpin Komisi II saat Kunker

Sumbawa Barat – Komisi II DPRD Sumbawa Barat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) untuk menindaklanjuti hasil RDP bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat.

Kunker ini terkait dengan proyeksi dan ekspektasi masyarakat tani di daerahnya, pasca peresmian Bendungan Bintang Bano oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Januari 2022 yang lalu.

Kunker Komisi II ini dipimpin langsung oleh Aheruddin Sidik pada Kamis (3/2/22).

Aher mengatakan, dengan beroperasinya Bendungan terbesar di Nusa Tenggara tersebut maka luas tanam dan musim tanam akan meningkat dari 2 sampai dengan 4 kali tanam pertahun.

Baca Juga :  Kondi Pranata Apresiasi Rafael Castilo Sang Juara NTB Motor Prik Repsol

Konsekuensinya, kebutuhan akan saprodi termasuk di dalamnya pupuk bersubsidi akan meningkat secara proporsional, lanjut Aher.

Aher, Ketua Komisi II ini mengisyaratkan tentang kesadaran masyarakat akan penggunaan pupuk NPK, namun di sisi lain, di lapangan terjadi kelangkaan.

Aher berharap, agar Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) meningkatkan subsidi untuk pupuk NPK.

Selain itu, Aher meminta agar Pemprov bersama Pemkab Sumbawa Barat dapat mengurangi modus permainan harga yang dilakukan oleh para pengecer pupuk.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Prov Bengkulu Kunker Ke DPRD Kab Kaur

“Termasuk masalah kartu Tani yang diisi oleh para pengecer itu sendiri, ujung-ujungnya petani harus menebusnya dengan harga yang mahal,” ungkap Aher.

Kadistanbun Propinsi NTB, Muhammad Riadi menyatakan, akan memberikan perhatian serius terhadap harapan Petani Sumbawa Barat tersebut.

Riadi meminta, agar kebutuhan data sebagai referensi dalam perencanaan programnya harus diupdate dalam data simultan dan eRDKK.

Selain itu, Riadi juga meminta, agar evaluasi eRDKK dapat dilakukan per 6 bulan.

Adapun mengenai peningkatan kwantitas Pupuk Subsidi sbgmn diharapkan oleh Komisi II pihaknya masih menunggu informasi dari Kementerian.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster Di Sumbawa Barat Mulai Dilaksanakan

Karena terkait dengan luas lahan pertanian KSB pasca beroperasinya Bendungan Bintang Bano.

Terkait alokasi pupuk subsidi untuk Sumbawa Barat, Sekdis Ni Nyoman Darmilawati menjelaskan, bahwa Kabupaten Sumbawa Barat mendapatkan alokasi sebesar 10.518 ton Pupuk Urea, 12 ton SP36, 97 ton ZA. 2208 Ton NPK, 712 Liter Organik Granul, dan 451 Liter Organik Cair

“Ini berdasarkan Keputusan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Nomor 521.33/Sarpras.332/Sistanbun,” pungkas Ni Nyoman. (Fitra)