Kisah Tusmi Hirawani, Inspirasi Hari Kartini untuk Perempuan Seluma yang Tangguh

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Seluma- Momen Semangat Hari Kartini, Perjalanan Karier Tusmi Hirawani Jadi Inspirasi Perempuan Seluma yang menunjukkan dedikasi dan konsistensi dalam pengabdian di sektor pemerintahan.

Camat Ilir Talo Tusmi Hirawani hadir sebagai figur perempuan tangguh yang mampu menyeimbangkan peran sebagai ibu dari empat anak sekaligus aparatur sipil negara.

Ia lahir di Desa Pajar Bulan, Kecamatan Semidang Alas, pada 12 Agustus 1973, menapaki perjalanan panjang dalam dunia birokrasi.

Kariernya dimulai dari sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma, termasuk di Sekretariat Dewan.

Ia juga pernah mengemban tugas di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, serta beberapa kantor kecamatan seperti Talo Kecil, Lubuk Sandi, dan Seluma Timur.

Dedikasinya berlanjut saat dipercaya menjabat di Dinas Kelautan dan Perikanan, kemudian sebagai Sekretaris Bawaslu di tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Tusmi juga menunjukkan kapasitas kepemimpinan di bidang ketenagakerjaan melalui jabatannya sebagai Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan.

Ia kemudian menjadi Kepala Bidang Ketenagakerjaan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sebelum dipercaya sebagai Sekretaris di dinas tersebut.

Pengabdiannya berlanjut sebagai Sekretaris Balitbang, hingga kini menjabat sebagai Camat Ilir Talo.

Perjalanan karier yang panjang ini didukung latar belakang pendidikan kuat, menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Pajar Bulan.

Ia melanjutkan studi S1 di Universitas Bengkulu dan meraih gelar magister dari Universitas Prof. Dr. Hazairin.

Dalam momentum Hari Kartini, Tusmi menyampaikan pesan inspiratif bagi perempuan, khususnya di Kabupaten Seluma, untuk terus berkembang dan berdaya.

“Jadilah perempuan hebat, tangguh, mandiri, dan berprinsip. Perempuan harus mampu menjaga perannya dalam berbagai kondisi, baik di keluarga maupun dalam karier,” ujar Camat Ilir Talo Tusmi Hirawani pada Selasa (21/4/26).

Ia menambahkan bahwa semangat Kartini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi juga tentang ketekunan, keberanian, dan komitmen untuk terus maju.

Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah jika diberikan kesempatan dan terus mengasah kemampuan diri.

Kisah perjalanan Tusmi menjadi cerminan nyata bahwa perempuan mampu berdiri sejajar dan memberikan dampak positif di tengah masyarakat. (da)