Kisah Mantan Tukang Es Keliling Yang Jadi Ketua DPRD

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Benteng – Siapa yang menyangka, sosok ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) provinsi Bengkulu, Fepi Suheri ternyata telah melewati perjuangan yang berat.

Ia pernah menjadi penjual es sembari berjualan mainan anak-anak dengan berkeliling.

Masa kecilnya dilewati tanpa sosok seorang ibu, karena ibunya telah meninggal dunia saat ia baru berusia satu tahun enam bulan.

Menjalani kehidupan sebagai seorang anak piatu, saat dewasa Fepi Suheri memutuskan merantau ke Jawa barat, Cikarang hingga ke Subang tepatnya di Bojong Tengah.

Berbagai usaha ia lakukan, diantaranya menjadi penjual es dan mainan keliling mengunakan sepeda ontel pada tahun 2002-2004.

Beratnya kehidupan tidak membuatnya berhenti untuk berjuang, justru membuat ia semakin bersemangat.

Berkat perjuangan kerasnya, sekarang Fepi Suheri berhasil menjadi seorang politikus hebat.

“Saya kalo ingat masa itu, saya sering ketawa sendiri, tapi yah namanya perjuangan dalam hidup ambil pelajarannya saja dan jangan pernah kita sesali,” ujar Fepi.

Setelah melewati kehidupan di rantau, Fepi pun memutuskan pulang ke tanah kelahirannya, Bengkulu Tengah di tahun 2008.

Ia bekerja sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan mulai aktif di kegiatan masyarakat hingga sosial.

Menjalani kehidupan tinggal di rumah yang hanya berukuran 6×6 meter berdinding papan bersama sang istri, Fitri Suheri, yang nyambi berjualan gorengan di rumah.

Bermodalkan kepercayaan dari masyarakat, Fepi Suheri memberanikan diri terjun ke dunia politik bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Mendapat kepercayaan dari masyarakat, ia terpilih menjadi angota DPRD kabupaten Bengkulu Tengah periode 2019-2024.

Tangan dinginnya sebagai ketua Dewan pimpinan Cabang (DPC), berhasil membuat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Benteng, meraih kursi terbanyak pada pemilu 2024 kemarin.

Di periode ke-2nya ini ia berhasil menduduki jabatan sebagai ketua DPRD.

Fepi merasa bersyukur dengan apa yang sudah berhasil ia capai hingga sekarang, namun hal tersebut tidak membuat ia menjadi sombong.

Karena ada tanggung jawab yang lebih besar, mengabdi kepada masyarakat Bengkulu Tengah.

“Alhamdulillah berkat doa dan kepercayaan seluruh masyarakat Bengkulu Tengah hingga saya seperti sekarang ini, Tentu saya sangat bersyukur. Tapi tolong saya didoakan semoga diberi kekuatan untuk mengabdi kepada masyarakat kabupaten Bengkulu Tengah,” sampai Fepi Suheri. (Ary)