Kelompok SP2M Mukomuko Soroti Keberadaan Perusahaan Perkebunan

Mukomuko – Kelompok aktivis pemuda, mahasiswa dan petani di beberapa wilayah Kabupaten Mukomuko bersepakat membentuk sebuah organisasi pergerakan.

Kelompok itu diberi nama Solidaritas Pemuda dan Petani Mukomuko atau SP2M yang memiliki sekretariat sementara di Desa Pondok Lunang Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko.

“Kelompok ini memiliki tujuan dan beberapa agenda besar yang sedang dirancang,” ujar Salman Alfaris selaku ketua dan didampingi Heri Susanto selaku sekretaris, kepada awak media, Sabtu (3/6/23).

Dijelaskan Salman, kelompok ini berada di pihak rakyat yang mana bahwa tanah untuk rakyat karena undang-undang sudah menyebutkan bahwa tanah untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk kemakmuran kapitalis perkebunan swasta.

Beberapa hal yang melatarbelakangi dibentuknya perkumpulan solidaritas ini ialah merespon semakin terbatasnya tanah sebagai alat produksi bagi petani.

“Sehingga banyak petani yang tidak memiliki tanah dan justru bekerja menjadi buruh tani,” imbuh Salman.

Menurut Salman, pada satu sisi, pemandangan kontras terjadi di depan mata masyarakat Kabupaten Mukomuko bahwa mayoritas keberadaan tanah perkebunan dikuasai oleh perusahaan perusahaan modal asing luar negeri.

Situasi ini menjadi ancaman tersendiri, oleh karena generasi penerus ke depan dapat dipastikan akan kesulitan untuk bertahan hidup atau hidup sejahtera karena terancam tidak memiliki tanah sebagai alat produksi.

“Hal ini sama sekali tidak menjadi perhatian serius oleh pemerintah, makanya kami akan melakukan kajian-kajian atas persoalan ini,” terang Salman.

Ditambahkan Salman, kemudian persoalan muncul lagi dipermukaan, yakni watak kapitalis perusahaan perkebunan ini mulai terlihat nyata, misalnya PT Agromuko yang menguasai lahan paling luas dengan segala persoalan yang menyelimutinya.

Juga tidak sepenuhnya peduli dengan masyarakat desa-desa penyangga, para pimpinan tinggi perusahaan tersebut terkesan eksklusif menutup diri dan masih banyak persoalan lainnya yang akan kami bongkar secara perlahan.

“Kelompok ini menjadi momentum bersejarah karena terbentuknya Solidaritas Pemuda dan Petani Mukomuko ini bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila,” pungkas Salman dengan ramah.(nt/Zul)