Karimun – Kegiatan Car Free day yang bakal dilaksanakan pada hari Minggu 14 Agustus 2022 mendatang mendapat sorotan dari tokoh masyarakat di Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Car Free day yang juga disisipkan acara bersepeda dengan tajuk “Jelajah wisata Karimun” itupun dianggap kegiatan yang tidak tepat sasaran, apalagi di tengah pemulihan ekonomi usai dihempas pandemi Covid-19.
“Itu kegiatan dianggarkan oleh dinas pariwisata. Lagian mau jelajah wisata apa, Apakah sarana dan prasarana wisata di Karimun ini telah dibenahi, Jangan selalu membohongi diri sendirilah. Apalagi sampai membayar mahal artis Jakarta, Lebih baik anggaran itu dialokasikan ke dunia kesehatan, dan pendidikan. Lebih banyak manfaatnya,” ujar Datok Amirullah, Ketua LAM kecamatan Meral Barat, Jumat (12/8/22) dibilangan Meral.
Ia mencontohkan kasus ibu melahirkan yang di Covidkan beberapa hari lalu di RSUD M Sani. Keluarga pasien kebingungan soal biaya persalinan secara Caesar.
Dirinya mengatakan jika masih banyak keluarga tidak mampu yang luput dari perhatian Pemda.
“Contohnya kasus ibu melahirkan yang dipaksa Ceasar, mereka orang susah yang kebingungan soal biaya rumah sakit. Semestinya Pemda hadir, DPRD hadir di tengah kesulitan rakyatnya, bukan malah menutup mata dengan acara serimonial yang gak tahu apa untungnya bagi masyarakat secara berkelanjutan,” sindirnya.
Meskipun demikian, dirinya mengaku mendukung pengembangan wisata di Karimun. Namun ia berharap agar Pemda terlebih dahulu serius membangun sarana dan prasarananya agar tidak mengecewakan wisatawan yang datang.
“Kita sepakat mendukung wisata di Karimun, tapi, jangan kita bohongin diri kita dan orang lain soal wisata. Bangun dulu sarana dan prasarananya, bangun dulu ekosistem wisatanya, baru, kita promosikan,” paparnya.
Hingga saat ini, awak media ini masih mencoba melakukan konfirmasi pada pihak dinas pariwisata terkait kegiatan pada tanggal 14 Agustus mendatang.
Baik dari nilai anggaran maupun untung rugi pelaksanaan kegiatan “Jelajah Wisata Karimun”,” (Esp/Boy).
