Hukrim  

Kasus Dugaan Korupsi Alsintan Dinas Pertanian Takalar Mandek di Kajari

Kantor Kejaksaan Negeri Takalar

Takalar – Laporan kasus dugaan tindak pidana Korupsi Alsintan di Dinas Pertanian Takalar mandek di Kejaksaan Negeri Takalar.

Sebelumnya Mantan Kepala Dinas Kabupaten Takalar yang saat ini menjabat sebagai Sekda H Muhammad Hasbi dan Kawan-kawan di laporkan oleh saudara Muhajir ke Kejari Takalar pada Tahun 2021.

Muhajir mengatakan, laporan tersebut terkait adanya kerugian Negara yang di perkirakan mencapai Rp.15 miliar dari hasil penjualan alsintan Combain Farm sebanyak kurang lebih 39 unit.

Muhajir selaku Tim Investigasi LSM Intai saat di temui awak media di Kantor Kejaksaan Negeri Takalar Senin (28/3/22) mengatakan, semua hasil investigasinya telah dilaporkan ke Kejari Takalar.

Baca Juga :  Sejumlah Nama Pejabat Tinggi Terungkap Dalam Sidang Kasus Korupsi Kuota Rokok

“Tetapi sampai hari ini Kejari Takalar belum ada balasan maupun jawaban terkait laporan saya, Ada apa dengan Kejari Takalar?” ucap Muhajir.

Ia juga menambahkan, Bahwa di tahun 2021 saya melaporkan Dugaan tindak pidana Korupsi tersebut kepada Kasi Intel dan saya diterima langsung di ruangannya.

“Kemudian selanjutnya saya ke TKP menelusuri barang bukti bersama anggota Kejaksaan Negeri Takalar dan pihak Kejaksaan Negeri Takalar sendiri mengatakan bahwa barang ini A1,” tambahnya.

Baca Juga :  Curi HP Malam Hari,Warga Air Besi Terancam 7 Tahun Penjara

Lebih lanjut Muhajir mengatakan, dirinya curiga pihak Kejaksaan Negeri Takalar masuk angin karena sampai hari ini laporannya belum ada tindak lanjutnya.

“Kami meragukan kinerja Kepala Kejaksaan Negeri dan kami menduga pihak Kejaksaan Negeri Takalar ada unsur kesengajaan untuk menutupi tindak pidana korupsi yang merugikan negara puluhan miliar,” lanjut Muhajir.

Muhajir berharap agar para oknum-oknum Dinas Pertanian Kabupaten Takalar khususnya mantan kepala Dinas Pertanian H Muhammad Hasbi yang saat ini menjabat sebagai Sekda Takalar agar segera diproses.

“Kami berharap kepada Kajati Sulsel agar mengambil alih kasus tersebut dan segera copot saja di Takalar karena telah lalai dalam menjalankan tugas dan diduga dengan sengaja melakukan pembiaran,” harap Muhajir.

Baca Juga :  Terbukti Pungli, Sekdes Tanjung Pandan Ditetapkan Tersangka

Sementara itu salah satu Anggota Kajari Takalar yang pernah menangani kasus tersebut saat di Konfirmasi mengatakan, datanya ada di Intel dan saat ini dirinya sudah pindah ke Datun.

“Data sudah tidak sama saya lagi, itu hari waktu sama-sama pak Muhajir ke lapangan dan barang itu ada,” ucap pak Ridwan staf Datun Kejari Takalar. (sattu)