Kapolda Bengkulu Turun Tangan Bantu Ribuan Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Lebong

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Lebong- Kapolda Bengkulu Mardiyono menerjunkan satu unit kendaraan penjernih air (water treatment) untuk mengatasi krisis air bersih pasca Banjir di Kabupaten Lebong.

Banjir ekstrem di Kabupaten Lebong menyebabkan 6.395 jiwa warga terdampak, dengan instalasi PDAM di Desa Nangai Amen, Kecamatan Amen, rusak total.

Kapolda Bengkulu Mardiyono meninjau lokasi banjir pada Rabu (8/4/26), setelah banjir ekstrem melanda daerah tersebut pada Senin (6/4).

Mardiyono menyatakan bahwa banjir ekstrem pada Senin (6/4) mencapai ketinggian air setinggi dada, jauh melebihi banjir langganan yang biasanya hanya setinggi lutut.

Pasca banjir, anggota kepolisian telah melakukan pembersihan jalan, rumah penduduk, dan fasilitas umum lainnya.

Mardiyono menjelaskan krisis air bersih terjadi karena instalasi PDAM terdampak banjir, sehingga air tidak dapat dialirkan ke permukiman warga dan sekolah.

“Kami perintahkan Dansat Brimob mengirimkan water treatmen saat ini sudah dinikmati masyarakat,” ujar Kapolda Bengkulu, Mardiyono.

Kendaraan water treatment tersebut mampu mengolah air kotor menjadi air bersih yang layak dimanfaatkan masyarakat.

“Satu jam water treatmen beroperasi mampu hasilkan banyak air bersih yang diperlukan warga,” tegas Mardiyono.

Selain peralatan penjernih air, Kapolda juga memberikan bantuan sembako seperti beras dan menyiapkan dapur umum.

Polda Bengkulu juga mengirimkan obat-obatan beserta dokter untuk penanganan penyakit pasca-banjir.

“Kami siapkan obat-obatan termasuk dokter kami siagakan,” sampai Mardiyono.

Di tengah peninjauan, Kapolda Bengkulu juga memberikan mainan kepada anak-anak terdampak banjir sebagai bagian dari intervensi psikososial.

Mardiyono menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari Program Trauma Healing yang bertujuan memulihkan kondisi psikologis anak, mengurangi stres dan kecemasan akibat bencana, serta menciptakan rasa aman.

Selain berinteraksi dengan masyarakat dan membagikan mainan, Kapolda juga menyempatkan diri mengunjungi posko induk di Kantor Camat Amen.

Ibu rumah tangga korban banjir, Darmi, mengungkapkan sangat terbantu dengan alat penjernih air tersebut.

“Kami sangat terbantu dengan bantuan alat penjernih air. Sudah tiga hari kaki gunakan air kotor. Kalau mau ambil air bersih jauh harus menempuh jarak 10 kilometer di Sungai Air Lemeu,” demikian Darmi. (Rls)