Kapal Tak Bisa Masuk, Ratusan Warga Enggano Menahan Lapar di Tengah Laut

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Satujuang, Bengkulu– Ratusan warga Enggano dilaporkan menahan lapar selama berjam-jam di atas kapal perintis KM MH Thamrin, setelah kapal yang mereka tumpangi tidak bisa masuk ke kolam Pelabuhan Pulau Baai, Rabu (9/7/25).

“Saat ini kami masih berada di tengah laut, tepat di depan alur. Kapal tidak bisa masuk katanya. Kami sudah di sini sejak pukul tiga sore,” ujar Simamora, tokoh masyarakat Enggano yang dikenal sebagai kepala suku pendatang (Kamay), dalam laporan video yang diterima redaksi.

Kata dia, kapal berangkat dari Enggano pada pagi hari dan tiba di depan alur Pelabuhan Pulau Baai sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun hingga malam ini, kapal tak kunjung diizinkan masuk. Sementara di atas kapal, lebih dari 100 penumpang termasuk anak-anak dan lansia mulai kelelahan dan kelaparan.

“Tadi sempat diumumkan akan masuk jam 3 subuh, lalu berubah jadi jam 5 sore, habis itu berubah lagi nunggu kapal keruk geser, lalu dibilang lagi tunggu kapal pandu datang. Tapi sampai sekarang, tidak ada kejelasan,” keluh Simamora dengan nada kecewa.

Beberapa penumpang, terutama ibu-ibu, disebut sudah merasa lemas akibat terlalu lama di atas kapal tanpa makanan memadai.

“Kami sudah lapar,” keluh seorang ibu dalam video yang dikirimkan ke redaksi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan keselamatan penumpang yang masih terombang-ambing di perairan luar pelabuhan. (Red)