Kapal Milik Pengusaha AK Diduga Angkut Solar Bersubsidi, Warga Geram

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Karimun – Kelompok nelayan yang berada di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, melakukan protes atas aktivitas angkut minyak jenis subsidi yang dilakukan pengusaha asal Meral, Karimun, berinisial AK.

Bermula, seorang warga berprofesi sebagai nelayan, mendapati salah satu kapal tangkap sotong bernama KM Cipta Indah yang kandas di Perairan Desa Jang, Moro.

Khawatir akan kerusakan terumbu karang, nelayan tersebut menghampiri kapal yang diketahui miliki pengusaha minyak asal Meral itu.

Namun berdasarkan keterangan nahkoda, bahwa kapal tersebut justru tengah mengangkut sebanyak 15 ton BBM jenis solar dari salah satu perusahaan penyalur BBM di wilayah Moro, yakni PT Permata Indragiri.

Kepala Dusun Desa Jang, Jahari, mengatakan jika aktivitas angkut minyak tersebut sangat mengganggu ketersediaan BBM untuk memenuhi kebutuhan nelayan di wilayah Moro.

“Sedangkan Moro ini sering kekurangan minyak, sampai susah melaut. Masing-masing wilayah kita kan sudah ada kuotanya,” katanya, Rabu (25/5/22).

Dijelaskannya lagi, warga menilai janggal keterangan nahkoda dengan pemilik kapal yang berbeda mengenai besaran muatan minyak solar yang diangkut menggunakan kapal sotong itu.

“Nota muatan juga sudah kita foto ada 15 ton. Kita hubungi pemiliknya katanya hanya 5 ton aja. Nah ini sudah gak beres, kapalnya kita tahan agar jangan pergi dulu,” jelasnya.

Warga sepakat untuk “menahan” kapal Pengangkut solar tersebut berlayar hingga dilakukan pemeriksaan oleh instansi terkait.

“Begitu air pasang, kapal ini pergi begitu saja. Saya telpon kaptennya ini perintah bos. Dari sini kita melihat udah tidak beres. Udah mengambil kuota minyak di Moro, ditambah lagi merusak karang. Sementara kita menjaga karang ini, karena desa Jang sudah menjadi desa wisata,” terangnya.

Berdasarkan penelusuran ke salah satu nelayan tangkap, ia mengatakan bahwa izin yang diterbitkan Dinas Perikanan atas kapal tersebut diperuntukan melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Hingga berita ini ditayangkan, setelah dihubungi, belum ada jawaban resmi dari pihak pengelola SPBU dan Dinas Perikanan terkait kegiatan kapal tersebut. (Esp)