Jalan Mulus Setelah 32 Tahun: Mimpi Warga Lubuk Sini yang Akhirnya Terwujud

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu Tengah– Di Desa Lubuk Sini, Bengkulu Tengah (Benteng), harapan yang tertahan selama puluhan tahun akhirnya menemukan jalannya. Setelah menanti lebih dari tiga dekade, warga desa mulai melihat secercah perubahan.

“Umur saya sudah 32 tahun, baru sekarang merasakan jalan mulus,” ucap Gusyadi, warga setempat, dengan mata berbinar. “Alhamdulillah, jalan provinsi dari Lubuk Sini sampai Lubuk Durian akan mulus.”

Pernyataan Gusyadi menggambarkan harapan kolektif masyarakat di kawasan itu. Minggu (29/6/25), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu resmi memulai pembangunan jalan provinsi yang melintasi wilayah Benteng.

Tiga desa jadi titik awal yakni Lubuk Langkap, Sekayun Mudik, dan Sekayun Ilir.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan turun langsung meninjau lokasi, menandai dimulainya proyek yang telah lama didambakan warga.

Dalam suasana hangat bersama masyarakat, Helmi berdialog dan memastikan bahwa pembangunan jalan akan dilakukan secara menyeluruh.

“Setuju tidak kalau jalan provinsi ini kita muluskan?” tanya Helmi, yang langsung disambut antusias oleh warga dengan jawaban serempak “Setuju!”

Helmi menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya tambal sulam. Jalan provinsi di Benteng akan dilebarkan agar nyaman dan aman dilalui.

“Kalau sempit-sempit, repot kita kan,” ujarnya.

Menurut Helmi, pembangunan ini merupakan jawaban dari aspirasi masyarakat yang selama ini mendambakan akses jalan yang layak.

“Ini bukan untuk satu desa, ini untuk semua. Jalan ini adalah urat nadi bagi ekonomi dan pelayanan,” tambahnya.

Selain proyek jalan, Helmi juga menyampaikan komitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan menjanjikan bantuan ambulans gratis untuk desa-desa di Benteng.

Namun ia mengingatkan, pemberian ambulans akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Ia juga meminta agar desa menentukan secara musyawarah siapa yang akan mengelola ambulans tersebut.

“Nanti dimusyawarahkan di desa siapa yang mau bawa ambulansnya. Jangan sampai belago (ribut) gara-gara ambulans,” pesannya.

Tak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan untuk anak-anak yatim di desa. Helmi memerintahkan para kepala desa mendata mereka untuk dijadikan bagian dari program orang tua asuh oleh pejabat pemerintahan.

“Yang SMA ke atas akan diangkat anak oleh pejabat pemprov. Sementara yang masih SMA ke bawah, akan ditanggung oleh bupati dan jajarannya,” jelas Helmi Hasan di hadapan warga.

Kunjungan Helmi Hasan dan dimulainya pembangunan jalan ini menjadi titik nol, tidak hanya bagi pembangunan fisik, tetapi juga bagi harapan warga yang selama ini merasa diabaikan.

Bagi Gusyadi dan ribuan warga lainnya, jalan mulus bukanlah kemewahan—tetapi kebutuhan dasar yang selama ini sulit mereka rasakan. Kini, perlahan, kebutuhan itu mulai menjelma kenyataan. (Rls MC)