Ini Pernyataan Resmi Ridwan Kamil Usai Rumahnya Digeledah KPK

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Jakarta – Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan pernyataan resmi usai rumahnya di Bandung digeledah oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus bank BUMD Jawa Barat.

Rumah yang terletak di Jalan Gunung Kencana Nomor 5, RT 06/RW 06 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Jawa Barat menjadi salah satu lokasi penggeledahan yang dilakukan oleh pihak KPK pada Senin (10/3/25).

Dalam surat pernyataan yang disampaikan melalui seorang pegawainya kepada wartawan di lokasi, Ridwan Kamil menyampaikan sekaligus mengonfirmasi bahwa rumahnya telah digeledah oleh tim KPK.

Ridwan Kamil menyatakan akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh upaya penyelidikan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Untuk saat ini, beliau belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hasil penggeledahan, dan mengimbau media untuk menghubungi langsung pihak KPK.

Dalam pernyataan resminya, Ridwan Kamil menyatakan 3 poin:

1. Bahwa benar tim KPK telah mendatangi rumahnya sehubungan dengan perkara di bank BUMD Jawa Barat.

2.Tim KPK telah menunjukkan surat tugas resmi, dan sebagai warga negara yang baik, beliau siap mendukung penyelidikan secara profesional.

3. Informasi lainnya belum dapat diungkapkan, sehingga wartawan diharapkan mengonfirmasi langsung dengan pihak KPK.

Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyatakan bahwa penggeledahan di rumah Ridwan Kamil merupakan bagian dari operasi yang lebih luas terkait kasus bank BUMD Jawa Barat.

“Betul, rumah Ridwan Kamil digeledah,” ungkapnya pada Senin (10/3/2025). Berita Selengkapnya: disini

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menambahkan bahwa informasi mengenai lokasi penggeledahan lain dan hasil pemeriksaan akan diumumkan setelah proses investigasi selesai.

“Beberapa lokasi masih dalam proses penggeledahan, sehingga kami belum dapat menyampaikan detail lebih lanjut,” jelasnya.

Tessa juga mengungkapkan bahwa KPK telah menetapkan 5 tersangka yang melibatkan oknum penyelenggara negara dan pihak swasta, serta konstruksi perkara dan hasil penggeledahan akan segera dirilis pekan ini.