Ini Alasan Dinkes Bengkulu Tidak Usulkan Obat Gagal Ginjal

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Bengkulu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu tidak mengusulkan obat gagal ginjal akut Atipikal Progresif (GgGAPA) ke Kementerian Kesehatan.

“Kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak di daerah tidak bertambah, jadi untuk saat ini kami tidak mengusulkan,” kata Kepala Dinkes Herwan Antoni, Jumat (4/11/22).

Herwan menjelaskan, selain itu obat penawar yang diadakan Kementerian terbatas yakni hanya 270 vial jenis Fomepizole dari Amerika Serikat dan Singapura.​

“Itupun hanya untuk daerah dengan jumlah kasus tinggi. Apalagi obatnya ini mahal sekitar Rp16 juta per vial,” ujarnya.

Menurut data, ada 325 kasus gagal ginjal akut di seluruh Indonesia. Diketahui  sebanyak 178 anak meninggal dunia dari jumlah tersebut. (red/danis).