Bengkulu – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Bengkulu, menginisiasi organisasi Human Initiative (HIVE) melakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Diungkapkan ketua HIVE, Ahmad Ansori, tercetusnya ide penggalangan dana ini pada Jumat (1/7) lalu, saat banjir yang melanda kota Bengkulu sedang pada puncaknya.
Dengan cepat gerakan ini di sosialisasikan untuk dimulai pada hari Sabtu (2/7) dan berakhir pada hari Minggu (3/7).
“Kemarin (Sabtu, red) anggota kita yang turun ke lapangan masih sedikit, mungkin karna sosialisasi yang kurang, dihari kedua ini antusias khususnya dari mahasiswa lumayan banyak tapi sayang terkendala cuaca,” ujar Ahmad, Minggu (3/7/22).
Aksi penggalangan dana ini, HIVE dibantu beberapa organisasi Mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) diantaranya UKM P3m, HIMA Sosial, dan HIMA Keperawatan.
Penggalangan dana dilakukan dengan mengumpulkan relawan di Masjid Agung Al-Muttaqim Kampung cina kota Bengkulu, dibagi beberapa tim yang disebar ke beberapa titik.
“Sejauh ini sudah terkumpul sekitar Rp3 juta yang masuk ke rekening HIVE dan yang didapat dengan turun kejalan,” ungkap Ahmad.
Nantinya, kata Ahmad, dana tersebut akan di salurkan kepada warga-warga terdampak banjir disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerahnya, yang rencananya akan difokuskan pada wilayah banjir terparah.
“Penggalangan dana secara offline dicukupkan, namun untuk penggalangan dana melalui rekening sendiri kita masih berlanjut”, tambahnya.
Hadir dalam kegiatan, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosial, Charles Setiawan, yang berharap penggalangan dana ini dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir.
”Semoga lebih banyak lagi juga mahasiswa yang ikut terlibat dalam kegiatan seperti ini apalagi kita mahasiswa yang berhubungan dekat dengan sosial,” ungkapnya.
Untuk diketahui, aksi penggalangan dana ini, dilakukan di simpang empat Skip dan simpang lima Prapto dan 9 titik strategis di wilayah kota Bengkulu. (Red/May)
