Satujuang, Blitar- Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Tamim, mendorong penguatan ketahanan pangan desa melalui pemanfaatan greenhouse skala kecil.
Inisiatif ini disampaikan Gus Tamim dalam program SOWAN (Sosialisasi Dewan) di Kampung Coklat, Blitar, pada Rabu (1/4/26) malam.
Menurut Gus Tamim, negara belum sepenuhnya mampu menjamin stabilitas harga hasil panen petani.
“Jaminan harga pasca panen memang belum bisa sepenuhnya diberikan oleh negara,” ujar Anggota DPRD Ahmad Tamim.
Ia menegaskan, langkah terpenting adalah memastikan petani tidak mengalami kerugian dengan meningkatkan efektivitas pemanfaatan lahan.
Masyarakat desa tidak harus memiliki lahan sawah luas untuk bisa bertani, menurut Gus Tamim.
Pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan konsep *greenhouse* dinilai menjadi solusi realistis untuk mendukung ketahanan pangan dan menambah pendapatan keluarga.
“Lahan di sekitar rumah itu bisa dimanfaatkan,” tegas Anggota DPRD Ahmad Tamim.
Ia menambahkan, lahan pekarangan bisa tetap produktif dan mendukung kebutuhan pangan meskipun tidak memiliki sawah luas.
Gus Tamim menekankan pentingnya integrasi antar program di tingkat desa, termasuk sinkronisasi potensi lahan, kebutuhan pangan, dan program pemenuhan gizi masyarakat.
Setiap desa harus mampu memetakan secara detail potensi lahannya, mulai dari tanaman padi hingga sayur-mayur.
“Di situ ada nilai tambah yang luar biasa,” tandas Anggota DPRD Ahmad Tamim, merujuk pada potensi pengolahan hasil panen seperti nasi atau pecel.
Ia mengakui bahwa kolaborasi antara perangkat desa dan masyarakat saat ini masih belum berjalan optimal.
“Faktanya di lapangan, perangkat desa kadang belum terkoneksi dengan baik,” ungkap Anggota DPRD Ahmad Tamim, yang menilai kurangnya integrasi menghambat dampak maksimal bagi masyarakat.
Sebagai gambaran, Gus Tamim menyinggung konsep sederhana kelompok “Mak Ti” yang mengusung ide memasak terpusat untuk efisiensi.
Konsep ini dinilai relevan jika dikembangkan dalam skala lebih besar, terutama untuk mendukung program pemenuhan gizi berbasis desa.
Ia berharap ke depan akan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, desa, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan ketahanan pangan sebagai gerakan bersama yang meningkatkan kesejahteraan petani.
“PKB ini lahir dari desa, basisnya petani,” pungkas Anggota DPRD Ahmad Tamim, menegaskan komitmen partainya untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada masyarakat desa. (Herlina)
