DLH Mulai Jadwalkan Pengelolaan Sampah di Kawasan Kota Batu

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Kota Batu – Sebagian besar sampah kota yang dihasilkan di Indonesia tergolong sampah hayati dan rata-rata persentasenya di atas 65 % dari total sampah.

Melihat komposisi dari sumber asalnya maka sebagian besar adalah sisa-sisa makanan dari sampah dapur.

Jenis sampah ini akan cepat membusuk oleh mikroorganisme yang berlimpah di alam ini dan sampah ini berpotensi sebagai sumberdaya penghasil kompos, metan dan energi.

Sampah perkotaan adalah limbah yang bersifat padat terdiri dari bahan organik dan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola.

Termasuk di Kota Batu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu berusaha keras untuk melakukan pengelolaan sampah yang menjadi momok di seluruh daerah Indonesia.

Inovasi dan strategi pengelolaan sampah beserta waktu pengumpulannya menjadi fokus DLH Kota Batu untuk menjadikan wilayah Kota Batu tetap terjaga kebersihannya.

Hal itu harus dilakukan agar sampah tersebut tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan yang ada di kota.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Batu Nomor 73 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah, ada beberapa perubahan dalam pengelolaan sampah.

Salah satu perubahannya adalah waktu pengumpulan sampah tiap harinya dimulai menjelang malam hingga pagi hari.

“Jadwal pengangkutan setiap hari yang dimulai pada pukul 18.00 sampai dengan pukul 24.00 WIB,” ucap Aries Setiawan Kepala DLH)Kota Batu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/2/23).

Aries melanjutkan, sistem pengumpulan sampah individual secara door to door dan komunal langsung itu artinya sampah dikumpulkan di TPS, selanjutnya diangkut ke TPS3R atau TPST secara periodik.

Untuk melakukan itu diberangkatkan 9 armada kebersihan yang akan menyasar 21 ruas jalan di Kota Batu.

Sembilan armada itu terdiri dari 4 unit dump truk, 1 unit pick up, 1 unit compactor dan 3 unit kendaraan roda 3 dengan jumlah personel 30 orang.

Sementara itu, jumlah personel penyapu jalan terdiri dari 51 orang.

Sedangkan untuk armada kebersihan diberikan sarana 22 unit bin kontainer.

“Dimana 36 unitnya adalah tempat sampah terpilah dan 20 unit berupa bak sampah karet,” pungkas Aries (adv-DiskominfoKotaBatu/dws).