Dispora Provinsi Bengkulu Disorot, Peserta Pemuda Pelopor Diduga Lolos Pakai Data Palsu

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu– Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu diduga meloloskan seorang peserta seleksi Pemuda Pelopor dengan menggunakan data dan identitas lembaga milik orang lain.

Dugaan kecurangan ini disampaikan oleh salah satu pengelola yayasan di Bengkulu yang diduga dicatut oleh mantan karyawannya, peserta tersebut bahkan berhasil mewakili Bengkulu ke tingkat nasional.

Mantan karyawan tersebut mendaftarkan diri sebagai pemuda pelopor dengan mengklaim sebagai pemilik yayasan, padahal yang bersangkutan hanyalah eks pegawai. Tak hanya itu, peserta juga diduga menggunakan dokumentasi kegiatan milik yayasan tanpa izin.

“Dispora Provinsi Bengkulu semestinya melakukan verifikasi mendalam. Saya sudah protes langsung ke kantor Dispora, dan saat itu ada kesepakatan bahwa oknum tersebut tak akan dilibatkan lagi. Tapi ternyata mereka ingkar,” ujar pengelola yayasan kepada Satujuang, Senin (23/6).

Meski sebelumnya telah disepakati bahwa mantan karyawan tersebut tidak lagi diikutsertakan, namun Dispora Bengkulu kembali melibatkan orang yang sama dalam ajang Pemuda Pelopor tahun ini.

“Saya sudah menghubungi beberapa pihak terkait, tapi mereka terkesan abai dan malah menyudutkan saya sebagai pelapor. Ini mencederai rasa keadilan dan membuat publik Bengkulu kehilangan kepercayaan pada seleksi yang seharusnya objektif,” tambahnya.

Pelapor meminta agar dugaan kecurangan ini ditindaklanjuti dan pihak-pihak yang terlibat diberi sanksi tegas.

Ia juga mendesak agar Dispora Bengkulu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi Pemuda Pelopor agar tidak merugikan pihak lain di masa mendatang.

Neni Syafrie yang menangani bidang kepemudaan di Dispora ketika dihubungi pewarta belum mau memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut.

“Maaf saya lagi sibuk, besok aja jam kerja saja ya,” jawabnya melalui pesan WhatsApp ketika dihubungi hari ini, Selasa (24/5/26). (Red)