Bengkulu – Kinerja Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam realisasi program – program APBN tahun 2021 mengalami peningkatan dibanding tahun 2020 yang lalu.
Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai menerima audiensi Ka Kanwil DJPBN Bengkulu Terkait Realisasi Program PEN, APBN & APBD Provinsi Bengkulu Tahun 2021, Kamis (6/1/22).
“Secara keseluruhan progres kinerja APBN 2021 itu lebih baik dari 2020, terutama terkait penyerapan dana desa. Neraca ekspor ada beberapa komoditas Bengkulu yang sangat potensial mendongkrak pendapatan Bengkulu, terutama cangkang sawit dan beberapa produk turunan,” jelas Gubernur.
Berdasarkan data Kanwil DJPBN Bengkulu penyerapan APBN Provinsi Bengkulu pada 2021 mencapai 96 persen dan untuk penyaluran APBD ke Daerah mencapai 99 persen.
Adapun kinerja pendapatan negara hingga 31 Desember 2021 naik 15,0% dari tahun 2020 dengan tingkat ketercapaian sebesar 106% dari target tahun 2021. Dengan rincian Penerimaan Pajak 103%, Penerimaan Bea Masuk/Keluar naik sebesar 529% dan PNBP 120%.
Gubernur Rohidin menyebutkan, kinerja Dana Alokasi Khusus (DAK) perlu menjadi perhatian serius. Hal ini agar tidak terjadinya keterlambatan dalam melakukan lelang maupun e-katalog hingga mengakibatkan tidak maksimalnya penyerapan dana DAK.
“Kemudian dari sisi kinerja DAK fisik, memang ada beberapa yang gagal lelang, saya kira ini harus menjadi perhatian serius, di 2021 semua pejabat pengelola keuangan sudah saya tandatangani, harapan saya langsung diklaster penggunaan dana untuk DAK fisik agar bisa di lelang atau menggunakan e-katalog,” papar Gubernur.
Selain itu, ia juga menaruh perhatian terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro (UMI), menurutnya banyak pelaku usaha kecil yang membutuhkan.
Namun tidak mengetahui persyaratan maupun untuk mengakses Bank Himbara (Himpunan Bank-Bank Milik Negara). Ia akan melakukan pertemuan untuk membahas hal tersebut lebih lanjut. (Adv)
