Dialog Komunitas Pemilih Cerdas Bengkulu Dengan Tema Bersama KPU Dan Bawaslu Merawat Demokrasi

Dialog bersama dengan tema "Bersama KPU dan Bawaslu merawat Demokrasi" [Hamzani]

Satujuang.com, Bengkulu – Komunitas Pemilih Cerdas Bengkulu kembali melaksanakan dialog bersama dengan tema Bersama KPU dan Bawaslu merawat Demokrasi. Dialog ini dipandu oleh Hamzani S.Kom, selaku pembawa acara sekaligus penggiat Komunitas Pemilih Cerdas Bengkulu.

Dialog santai ini ditayangkan secara Live di akun fanepage Facebook milik Komunitas Pemilih Cerdas Bengkulu, dihadiri oleh dua orang narasumber, yaitu Emex verzoni SE dari KPU Provinsi Bengkulu dan Halid Saifuallah SH MH dari Bawaslu Provinsi Bengkulu, Sabtu (21/11/20).

Dalam kesempatannya, Emex Verzoni menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan hak suara dan mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilih, tetapi tidak mengarahkan atau mempengaruhi hak pilih orang lain.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Bengkulu Suprianto : Pemda Harus Lebih Waspada Gelombang Lanjutan Covid-19

“Mari kita menggunakan hak pilih kita pada pemilu tahun 2020 ini, kami menghimbau untuk juga mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilihnya. Tetapi jangan mengarahkan atau mempengaruhi hak pilih seseorang, itu menyalahi, ” sampai Emex.

Emex juga menyampaikan bahwa KPU optimis dalam menekan angka golput pada pilkada tahun ini, soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda, KPU juga menjamin tidak akan ada DPT ganda, karena sekarang sudah menggunakan teknologi untuk memantau DPT.

Baca Juga :  Paripurna DPRD Kepahiang, Laporan Hasil Reses dan Penyampaian Nota Pengantar Raperda Inisiatif

Bawaslu melalui Halid Saifuallah menyampaikan bahwa startegi Bawaslu dalam menghadapi potensi kerawanan pilkada 2020, yaitu melakukan pencegahan dengan mengirimkan surat ke semua peserta pilkada, selanjutnya menindaklanjuti semua laporan dugaan pelanggaran dan temuan di lapangan.

Pihak Bawaslu juga menyinggung mengenai pengawasan pelanggaran pada Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 yang melibatkan gugus tugas, Bawaslu juga mengingatkan mengenai politik transaksi, apabila didapati adanya politik transaksi maka peserta Pilkada bisa di diskualifikasi dan bahkan bisa di Pidanakan.

Baca Juga :  Paripurna Istimewa DPRD Kepahiang, Penyampaian Pidato Bupati Terpilih Masa Jabatan 2021 – 2024

Hamzani selaku pembawa acara dan sekaligus selaku penggiat Komunitas Pemilih Cerdas Bengkulu saat diwawancarai menjelaskan bahwa, kesimpulan dari dialog yang mereka laksanakan ini yaitu pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ini, cerdas dalam menggunakan hak suaranya.

“Jadilah pemilih yang cerdas agar tercipta Demokrasi yang berkualitas,” Ucap Hamzani. (Red)