Dandim Gresik Terpesona Kampung Pancasila di Dusun Sekarputih

Komandan Kodim 0817/Gresik, Letkol Inf Taufik Ismail,didampingi Camat Manyar, Danramil Manyar, Kapolsek Manyar serta Kepala Desa Sukomulyo, meninjau langsung kesiapan Kampung Pancasila di Dusun Sekarputih, Manyar, Gresik.

Gresik – Komandan Kodim 0817/Gresik, Letkol Inf Taufik Ismail, menyambangi Kampung Pancasila di Dusun Sekarputih, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Selasa (22/3/22).

Bersama Forkopimcam Manyar, orang nomor satu ditubuh Kodim Gresik ini dibuat terpesona oleh masyarakat Kecamatan Manyar.

Pasalnya, ia disambut dengan meriahnya nyanyian lagu Indonesia Raya oleh ibu-ibu dengan berpakaian adat dari berbagai daerah.

Tidak hanya itu, kekompakan nampak terlihat ketika Ibu-ibu menyanyikan yel-yel diiringi musik akustik di pos kamling.

Baca Juga :  6 Desa Terpilih Ikut Lomba 10 Program Pokok PKK Kabupaten Sidoarjo

Bahkan yang buat Dandim terkesan yaitu lagu maupul yel-yel dinyanyikan dalam tiga bahasa daerah, diantaranya bahasa Jawa, bahasa Bugis dan bahasa Madura, sangat-sangatlah luar biasa.

Riuh tepuk tangan tamu undangan bahkan gelak tawa mewarnai Kampung Pancasila yang bernuansa merah putih dan NKRI tersebut.

Dandim Gresik sampai Berkali-kali mengacungkan kedua jempol tangannya sembari melihat suasana Kampung Pancasila di Dusun Sekarputih.

Dalam kesempatan itu Dandim Gresik didampingi Camat Manyar, Danramil Manyar, Kapolsek Manyar serta Kepala Desa Sukomulyo, meninjau langsung kesiapan Kampung Pancasila.

Baca Juga :  Pendam IV/Diponegoro Syukuran Peringati HUT Penerangan TNI AD ke-71

“Target dari Kodim Gresik satu kecamatan akan disiapkan satu Kampung Pancasila sebagai percontohan,” kata perwira TNI dengan dua melati di pundak itu.

Pihaknya berharap, kedepan Kampung Pancasila bisa dilaksanakan di seluruh desa maupun kelurahan yang ada di Kota Pudak.

Tujuannya untuk terus menghidupkan marwah Pancasila yang mempunyai ciri khas gotong royong, tepo sliro (saling menghormati), serta guyup rukun sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga :  Ketua MUI Provinsi Bengkulu Himbau Masyarakat Beriqtiar Cegah Covid-19 Dengan Cara Patuhi Prokes

Dandim melanjutkan, bukan hanya seremonial saja, tapi dalam kehidupan sehari-hari saling tegur sapa, bergotong royong saling membantu, saling berkoordinasi satu warga dengan warga yang lain, itu menjadi tujuan yang utama dibentuknya kampung Pancasila.

“Dan kita sebagai Bangsa Indonesia perilaku positif seperti ini sudah mendarah daging, bahkan di luar negeri bangsa Indonesia sangat terkenal dengan bangsa yang santun dan menjunjung tinggi budaya,” pungkas Dandim bangga. (AH/RED)