Belum Lama Mereda, Antrian BBM Bengkulu Mengular Lagi: Pendangkalan Pulau Baai?

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu- Antrian BBM di sejumlah SPBU di Bengkulu kembali mengular menjelang akhir tahun 2025. Fenomena ini muncul tak lama setelah persoalan serupa sempat mereda.

Dalam rilis yang diterima redaksi Sabtu (8/11/25), Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mengisyaratkan bahwa kondisi berulang ini terjadi karena Fuel Terminal (FT) Pulau Baai belum dapat beroperasi secara maksimal.

Meski demikian, Pertamina memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Bengkulu tetap berjalan optimal dan terkendali sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pertamina melakukan pengaturan dan optimalisasi jalur suplai dengan memanfaatkan pasokan dari Fuel Terminal (FT) Lubuk Linggau di Sumatera Selatan serta Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung di Sumatera Barat.

Mekanisme distribusi berlapis ini disebut sebagai langkah strategis guna menjaga kelancaran arus BBM ke Bengkulu.

Pertamina Patra Niaga juga meminta seluruh SPBU mengoptimalkan peran petugas pengatur antrean (marshall), terutama pada jam padat, demi menjaga ketertiban dan mencegah penumpukan kendaraan yang mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan distribusi tetap lancar.

“Kami terus melakukan pengaturan suplai dan monitoring harian agar kebutuhan energi masyarakat Bengkulu tetap terpenuhi. Pertamina juga menyiapkan skema alternatif pasokan untuk memastikan ketahanan stok tetap terjaga,” ujar Rusminto.

Ia menegaskan bahwa FT Pulau Baai tetap menjadi pusat distribusi utama wilayah Bengkulu, namun suplai tambahan dari terminal terdekat terus dioptimalkan untuk menjaga kontinuitas distribusi.

“Seluruh proses pengiriman BBM berjalan sesuai standar operasional dan tetap mengutamakan aspek keselamatan serta efisiensi logistik,” tambahnya.

Rusminto memastikan kondisi ini bersifat sementara. “Kami telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM tetap terjaga dan proses normalisasi distribusi terus kami upayakan,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap kelancaran penyaluran menjadi prioritas utama.

Melalui sinergi antara fungsi operasional, supply chain, dan lembaga terkait, Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat Bengkulu.

Pertamina turut mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.(Red)