Satujuang, Bengkulu- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Baidari Citra Dewi, menyoroti pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai menjadi biang keladi gangguan distribusi BBM di Bengkulu.
Baidari menjelaskan bahwa pendangkalan alur pelayaran menghambat masuknya kapal berkapasitas besar, termasuk tanker BBM, ke Pelabuhan Pulau Baai.
Akibatnya, distribusi BBM ke Bengkulu saat itu hanya bisa mengandalkan kapal berukuran lebih kecil, menyebabkan pasokan terbatas.
“Pada kondisi tersebut, kapal besar tidak bisa masuk, sehingga distribusi BBM menjadi terganggu. Hal ini bukan kesalahan gubernur, melainkan dampak dari kondisi alur pelabuhan,” ujar Baidari dalam keterangannya pada Kamis (11/12/25).
Ia menambahkan bahwa keterlambatan penanganan pendangkalan membuat proses pengerukan alur pelayaran menjadi lebih berat dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.
“Hal ini juga dipengaruhi proses pengerukan dilakukan dalam kondisi yang sudah terlambat,” tambahnya.
Informasi teranyar menyebutkan, pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai kini telah memasuki tahap lanjutan.
Kedalaman alur saat ini dilaporkan telah mencapai sekitar 6,5 meter, memungkinkan kapal logistik dan kontainer kembali masuk serta bersandar di pelabuhan.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Pulau Baai dilaporkan kembali berjalan normal.
Distribusi logistik dan kebutuhan energi, termasuk BBM, berangsur pulih setelah sebelumnya terganggu akibat pendangkalan alur.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai pentingnya pengawasan dan pemeliharaan alur pelayaran secara berkelanjutan untuk mencegah terulangnya permasalahan serupa yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi Provinsi Bengkulu. (Adv/Red)
