Anggota DPR RI ini Siap Adopsi Bayi yang Ditemukan di Sananwetan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Blitar – Mendapat informasi ada bayi yang dibuang ibunya, anggota DPR RI Komisi IX Nurhadi langsung bergegas mengunjungi Puskesmas Sananwetan Kota Blitar.

“Saya berminat untuk merawat dan mengadopsi bayi tersebut,” ungkap Nurhadi mengutarakan maksud kedatangannya kepada awak media, Sabtu (4/2/23)

Politisi Partai Nasdem ini mengatakan, saat ini dirinya masih menunggu proses dan prosedur untuk mengadopsi bayi tersebut.

“Semoga menjadi rejeki saya,” kata Nurhadi yang datang bersama istri dan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar Dr Dharma Setiawan untuk melihat kondisi bayi.

Nurhadi menambahkan, apabila nanti Polres Blitar Kota berhasil menemukan orang tua bayi tersebut, dirinya akan berusaha menyadarkannya.

“Karena bagaimanapun, anak lebih baik dirawat orang tuanya, jika orang tua bayi berniat untuk memberikannya pada orang lain termasuk saya, saya siap jadi orang tua angkatnya,” tandasnya.

Nurhadi mengapresiasi atas cepatnya penanganan dr Zulaikha bersama timnya pada bayi yang baru ditemukan itu, karena kondisi bayi sekarang sehat dan baik.

Sebagai wakil rakyat, Nurhadi juga menyampaikan terkait masalah pernikahan dini yang sering menyebabkan bayi lahir stunting.

“Saya minta orang tua terlibat langsung untuk memantau pergaulan anaknya dan tidak sepenuhnya menyerahkan pada guru, sehingga jika salah pergaulan bisa langsung dicegah,” tutur Nuryadi.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dr Dharma Setiawan menjelaskan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait kelanjutan nasib bayi tersebut.

“Tentang status hukum, tentang diadopsi dimana, apakah nanti di panti sosial, semua itu sedang kita proses sambil menunggu pihak Kepolisian mencari siapa  orang tua bayi ini,” terangnya.

Dr Dharma mengaku dirinya setuju jika bayi di kembalikan kepada orang tuanya yang sah.

Namun syaratnya, harus diberikan pemahaman terlebih dahulu tentang perjanjian untuk bisa merawat dan membesarkan bayi dengan sehat.

“Kami juga tidak ingin memberikan bayi ini dengan orang yang salah karena bayi ini normal dan baik. Harapan kami bayi ini bisa menjadi generasi penerus yang bagus kedepannya,” pungkas dr Dharma. (red/herlina)