Satujuang- Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengungkapkan tingginya minat anak muda untuk mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) disebabkan oleh kepastian dalam pekerjaan tersebut.
Menurutnya, kondisi sektor swasta saat ini sangat buruk akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga membuat sektor formal di CPNS lebih menarik.
Tauhid menjelaskan bahwa ketidakpastian di sektor swasta semakin meningkat, terutama setelah diberlakukannya UU Ciptaker.
Ia mencatat bahwa sistem kerja kontrak yang diatur dalam undang-undang tersebut sering merugikan karyawan, di mana kontrak mereka tidak selalu diperpanjang.
Hal ini menyebabkan keraguan bagi banyak orang untuk berkarir di sektor swasta.
Lebih lanjut, situasi ekonomi nasional yang melambat juga berdampak negatif pada sektor swasta.
Banyak perusahaan yang enggan melakukan ekspansi dan lebih memilih model kerja outsourcing atau kontrak. Akibatnya, sulit bagi pekerja untuk diangkat menjadi karyawan tetap.
Para pencari kerja saat ini sangat membutuhkan kepastian dalam pekerjaan, pendapatan stabil, dan jaminan masa depan. Dalam hal ini, CPNS menjadi pilihan yang lebih menjanjikan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Abdullah Azwar Anas, melaporkan bahwa jumlah pendaftar CPNS 2024 hampir mencapai empat juta orang.
Ia menyebutkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem seleksi yang lebih transparan, berbasis computer-assisted test (CAT), turut mendorong angka pendaftaran.
Pendaftaran CPNS tahun ini dibuka dari 20 Agustus hingga 17 September 2024, dengan total pelamar mencapai 3.983.832 orang.
Dari jumlah tersebut, 3.572.414 orang telah menyelesaikan pendaftaran, dan 2.855.597 orang memenuhi syarat.
Saat ini, pendaftaran untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga sedang berlangsung dalam dua periode, yang pertama dimulai pada 1 Oktober 2024.(Red/tempo)
