Alami Masa Sulit? Berikut Amalan Surat Ad Dhuha yang Bisa Diterapkan 

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang- Sebelum turunnya Surat Ad Dhuha, Rasulullah SAW mengalami kegelisahan yang mendalam.

Kegundahan ini terjadi karena Malaikat Jibril tidak datang lagi untuk menyampaikan wahyu, yang sebelumnya rutin diterimanya.

Dalam buku “Berkah Shalat Dhuha” karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, diceritakan bahwa seorang wanita kafir menjelekkan Rasulullah dengan mengatakan,

“Hai Muhammad, aku melihat setanmu telah meninggalkan engkau.” Isu ini berkembang di kalangan musuh-musuh Islam di Makkah, yang berusaha menggoyahkan iman Rasulullah dan para pengikutnya.

Kondisi ini menimbulkan ketakutan di kalangan umat Islam, yang khawatir bahwa mereka telah ditinggalkan oleh Allah SWT.

Dalam situasi ini, para pendukung Islam merasa terancam oleh perlakuan buruk dari kaum Quraisy.

Namun, Allah SWT akhirnya menurunkan Surat Ad Dhuha sebagai jawaban atas kegelisahan tersebut, menegaskan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan Nabi Muhammad SAW.

Surat Ad Dhuha, khususnya ayat 3, dengan tegas menyatakan, “Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.”

Ayat ini tidak hanya menenangkan hati Rasulullah, tetapi juga membantah provokasi yang disebarkan oleh musuh Islam.

Dengan turunnya surat ini, keyakinan negatif yang sempat mengganggu umat Islam menjadi terbantahkan, mengembalikan semangat mereka untuk melanjutkan dakwah.

Surat Ad Dhuha (ayat 1-11) memberikan penguatan spiritual, menyatakan bahwa kehidupan akhirat lebih baik daripada dunia dan Allah akan memberikan karunia-Nya kepada Rasulullah.

Selain itu, surat ini mengingatkan pentingnya berbuat baik kepada anak yatim dan orang yang meminta-minta.

Pada akhirnya, surat ini mengajak umat untuk bersyukur atas nikmat Allah, menegaskan kembali bahwa Allah selalu mendukung dan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.(Red/detik)