Satujuang– Dilaporkan pengamat keamanan Al Chaidar, baru-baru ini dilakukan penangkapan terhadap puluhan individu yang diduga terlibat dalam jaringan teroris.
Dilansir dari BBC, penangkapan ini terkait dengan adanya bukti rencana besar-besaran untuk menggagalkan Pemilu 2024.
“Dari 59 orang yang ditangkap oleh Densus 88, 40 di antaranya diduga merencanakan tindakan teror yang bertujuan mengganggu jalannya Pemilu 2024,” ujar pihak Al Chaidar.
Mereka telah merencanakan serangan yang direncanakan akan terjadi tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di beberapa kota lainnya, termasuk Bekasi, Tangerang, Lampung, Medan, Surabaya, Makassar, dan Lombok.
Al Chaidar, pengamat keamanan, menjelaskan bahwa kelompok ini sebelumnya telah terlibat dalam enam serangan selama Pemilu 2019.
“Mereka memandang Pemilu sebagai “pesta thaghut” atau penghormatan terhadap sesuatu selain Allah. Kelompok ini meyakini bahwa karena demokrasi, hukum syariah Islam tidak dapat ditegakkan,” terangnya.
Chaidar juga mengungkap bahwa target kelompok teroris ini, yang terkait dengan Jemaah Ansharut Daulah (JAD), termasuk polisi, pejabat pemerintah, pemimpin daerah, dan menteri.
Meskipun polisi telah berhasil menyita senjata api dari kelompok ini, Chaidar menduga bahwa mereka mungkin akan mencoba menyerang warga sipil selama kampanye atau merusak proses pemungutan suara.
“Bagi kelompok ini, Pemilihan Umum atau Pemilu adalah bagian dari demokrasi yang dianggap sebagai dosa dan melanggar hukum,” ungkapnya.
Menurut juru bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar, penangkapan 40 tersangka ini merupakan perkembangan dari kasus sebelumnya pada bulan Oktober 2023.
Polisi juga menyita barang bukti, termasuk senjata api, amunisi tajam, dan barang-barang yang diduga dapat digunakan sebagai bahan peledak dan juga menangkap 19 tersangka lain dari jaringan struktural Jamaah Islamiyah (JI).
Rinciannya mencakup orang-orang yang ditangkap di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun telah ada penangkapan, Chaidar menegaskan bahwa potensi serangan ini tetap signifikan, dan semua pihak diharapkan untuk tetap waspada.(nt)
